PADANG, METRO–Untuk meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di Sumbar, Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) menyelenggarakan Pelatihan Evakuasi Bencana bertajuk “Berdaya Hadapi Bencana”, di Rumah Dinas Wali Kota Padang (Palanta), Minggu (16/11).
Pelatihan ini bertujuan membekali para relawan dan masyarakat agar lebih siap siaga dalam melakukan evakuasi mandiri saat terjadi bencana. Peserta mendapatkan edukasi kesiapsiagaan serta praktik dan teknik evakuasi mandiri.
Hadir dalam kegiatan itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra, Ketua Forum Zakat Sumatera Barat, Fabyan Andara Pratama, S.Pd, serta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Fajar Sukma, S.Pd.
“Pelatihan ini merupakan inisiasi Dompet Dhuafa Singgalang bersama Resilient Community Association for Disaster Preparedness, Response and Recovery (READY Indonesia). Kegiatan ini melibatkan para relawan se-Sumatera Barat, insan kebencanaan dari berbagai organisasi dan pemerintah, serta perwakilan dari Forum Zakat,” ujar Novil dalam sambutannya.
Novil menambahkan bahwa program-program seperti ini berada di bawah koordinasi Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Begitupun Dompet Dhuafa Singgalang, juga ikut andil melalui program kebencanaannya, turut memberikan respon kebencanaan kepada masyarakat yang terdampak, bahkan juga turut memberikan materi dan pelatihan-pelatihan kepada warga mengenai mitigasi kebencanaan.
Sementara itu, Ketua Forum Zakat Sumbar, Fabyan Andara Pratama, S.Pd, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyebut DD Singgalang merupakan bagian dari lembaga anggota Forum Zakat yang aktif dalam aksi sosial dan kebencanaan di Sumatera Barat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Fajar Sukma, S.Pd, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami lokasi evakuasi, baik horizontal maupun vertikal, serta memastikan ketersediaan logistik darurat di saat evakuasi bencana
“Tempat evakuasi harus nyaman, aman, dan dikuasai secara komprehensif oleh masyarakat. Kesiapsiagaan ini sangat penting untuk mengurangi risiko saat bencana terjadi” ujarnya.
BPBD Sumbar juga turut mengapresiasi inisiatif Dompet Dhuafa Singgalang yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas relawan dan masyarakat, baik secara internal maupun eksternal, dalam membangun semangat kepedulian terhadap kebencanaan.
Melalui pelatihan ini, Dompet Dhuafa Singgalang berharap tercipta kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan agar dampak bencana dapat diminimalisir di masa mendatang,” tutup Novil. (jes/rel)






