PAYAKUMBUH/50 KOTA

Demi Keamanan Pangan Program MBG, Pemko Payakumbuh Perkuat Standar Higiene Sanitasi

0
×

Demi Keamanan Pangan Program MBG, Pemko Payakumbuh Perkuat Standar Higiene Sanitasi

Sebarkan artikel ini
SANITASI— Asisten III Setdako Payakumbuh, Ifon Satria, menghadiri kegiatan dan kunjungan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Jumat (14/11).

PAYAKUMBUH, METRO–Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan makanan bergizi yang a­man, Pemko Payakumbuh memperkuat standar hi­giene dan sanitasi di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lang­kah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (M­BG) benar-benar meme­nuhi prinsip ke­amanan pangan bagi puluhan ribu penerima manfaat.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyatakan keseriusannya saat menerima kunjungan A­liansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Pa­yakumbuh, Jumat (14/11).

Kunjungan dua lembaga tersebut dinilai memberi du­kungan teknis se­kaligus mem­perkuat implementasi Aksi Nyata Laik Higiene Sanitasi (LHS) di lapangan. “Melalui aksi ini, kita tidak hanya meningkatkan kesadaran a­kan pentingnya higiene dan sanitasi, tetapi juga me­numbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menegaskan bahwa LH­S bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen penting dalam memastikan seluruh makanan yang disajikan SP­PG a­man, bebas kontaminasi, dan memenuhi standar kebersihan.

Menurutnya, aspek ke­amanan pangan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan status gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu me­­nyusui, dan balita. Pe­nguatan standar ini juga disebut sebagai bagian dari intervensi spesifik pemerintah untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Hingga saat ini terdapat 14 SPPG beroperasi di Kota Payakumbuh yang melayani 44.347 jiwa.

Dua di antaranya telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yakni: Yayasan Badunsanak Anugerah Barokah, Kelurahan Koto Baru dan Yayasan Nurul Huda, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan.

Sebanyak 12 SPPG lainnya sedang dalam proses penilaian untuk mempe­roleh sertifikat yang sa­ma.

Zulmaeta menegaskan bahwa sertifikat ter­sebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai dokumen, tetapi ha­rus diterapkan sepenuhnya dalam pe­nyelenggaraan layanan harian SPPG.

Selain menyoroti higiene dan keamanan pangan, Pem­­­ko Pa­yakumbuh juga memperhatikan pengelolaan limbah dari kegiatan SPPG.

Saat ini, limbah makanan telah diolah menjadi pakan ternak, makanan magot, serta pupuk organik yang dimanfaatkan Da­sawisma di sekitar lokasi SPPG.

Sementara minyak je­lantah disalurkan kepada pengepul untuk didaur ulang kembali. “Alhamdulillah, Program MBG di Pa­yakumbuh memberi dampak positif, mulai dari meningkatnya gizi dan ekonomi masyarakat hing­­ga kehadiran, konsentrasi, serta prestasi belajar siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan MBG tidak terlepas dari peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara rutin melakukan pembinaan dan mo­nitoring ke seluruh SPPG. (uus)