PAYAKUMBUH/50 KOTA

Tahun 2045 Tumbuh Sehat, Pastikan 84 Juta Anak Indonesia Memasuki Usia Produktif

0
×

Tahun 2045 Tumbuh Sehat, Pastikan 84 Juta Anak Indonesia Memasuki Usia Produktif

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HKN— Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di halaman kantor Balai Kota Payakumbuh, Rabu (12/11).

POLIKO, METRO –Transformasi kesehatan bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata untuk mewujudkan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, bertindak selaku Inspektur Upa­cara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di halaman kantor Balai Kota Payakumbuh, Rabu (12/11).

Dengan mengusung tema “Gerakan Sehat, Masa Depan Hebat “ HKN tahun ini menjadi seruan dan pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Elzadaswarman , mem­bacakan Amanat tertulis Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. “Tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini mengingatkan kita bahwa 84 juta anak Indonesia akan memasuki usia produktif pada tahun 2045. Kita hanya memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan unggul,” ujar Wawako saat membacakan a­ma­nat Menteri Kesehatan.

Dalam amanat tesebut juga disampaikan bahwa peringatan HKN menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pemerintah dan tenaga kesehatan untuk merefleksikan berbagai capaian strategis, serta memperkuat sinergi dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional. “Transformasi kesehatan nasional harus terus digelorakan agar masyarakat dapat memperoleh layanan ke­sehatan dengan akses yang mudah, mutu yang baik, dan biaya yang terjangkau,” tambahnya.

Menteri Kesehatan ju­ga menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat tujuh pilar transformasi kesehatan nasional, yang meliputi transformasi layanan primer sebagai layanan paling dekat dengan masyarakat, transformasi layanan rujukan dengan fokus peningkatan mutu dan pela­yanan rumah sakit serta transformasi sistem ketahanan kesehatan me­nunjang ketersedian.

Selanjutnya, transformasi pembiayaan kesehatan untuk memastikan pembiayaan yang cukup adil efektif dan efesien, sementara transformasi SDM kesehatan yang men­jadi garda terdepan pelayanan kesehatan, trans­formasi teknologi kesehatan sebagai lompatan pelayanan kesehatan yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi dunia serta transformasi budaya kerja. “Saya berharap seluruh pegawai dan pejabat pemerintah, dapat melakukan gerakan perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten, akun­tabel, dan selaras dalam mengawal serta menyukseskan transformasi kesehatan,” kata Wawako me­ngutip amanat Menkes.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Indonesia atas dedikasi dan pengabdiannya da­lam memberikan pelayanan kepada ma­syarakat, khususnya di daerah terpencil dan pe­losok.

Ia berpesan agar momentum HKN ke-61 menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

“Mari terus membangun kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga seluruh Indonesia. Dari individu dan keluarga yang sehat raga dan jiwanya, akan lahir masyarakat yang kuat, demi me­nyongsong tercapainya Indonesia Emas 2045,” demikian isi sambutan Menteri Kesehatan. (uus)