METRO SUMBAR

Ustaz Rasyid Al-Jundi, Ajak Masyarakat Tangkal Paham Intoleran dan Radikalisme

0
×

Ustaz Rasyid Al-Jundi, Ajak Masyarakat Tangkal Paham Intoleran dan Radikalisme

Sebarkan artikel ini
DEKLARASI TOLAK PAHAM INTOLERAN— Ustaz Rasyid Al-Jundi mendeklarasikan tolak paham intoleran, radikalisme dan terorisme.

SOLOK, METRO–Ustadz Rasyid Al-Jundi menekankan pentingnya menumbuhkan sikap tole­ransi guna memperkokoh rasa persaudaraan dan persatuan di tengah ma­syarakat yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Semua pihak punya peran penting sebagai aktor kerukunan untuk menolak segala bentuk intoleransi dan radika­lisme.

“Dengan semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat mencegah berkembangnya paham-paham radikal dan intoleran yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatra Barat (Sumbar),” kata Ustad Rasyid yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Sabilul Haq Solok, Kamis (13/11).

Menurutnya, pemyebaran paham-paham into­leran, radikalisme, dan terorism tentunya bisa ditangkal dengan semangat bersama semua pihak. Terutama dalam membangun semangat cinta NKRI untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan di negeri ini.

“Kami selalu mengajak para jemaah maupun peserta didik untuk tegas menolak paham intoleran. radikalisme dan terosime. Paham-paham itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam,” ungkap dia.

Rasyid juga mengajak kaum muslimin dan ma­syarakat Sumbar untuk selalu bersama dan menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan, serta menjaga bangsa dan negara ini dari hal-hal yang tidak menguntungkan dan membahayakan, seperti paham intoleran, terorisme dan radikalisme.

“Paham intoleran, terorisme dan radikalisme merupakan sesuatu yang tidak baik bagi bangsa dan negara ini. Paham seperti ini sangat dilarang agama kita. Saya mengajak umat Islam di Ranah Minang, agar selalu menjaga perjuangan bangsa dan negara ini, untuk kehidupan masya­rakat yang lebih baik,” tuturnya.

Menurutnya, tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang boleh menyakiti antar se-sama, karena  harus menjaga hubu-ngan anta manusia dan antar agama ada aturannya. Ja­ngankan menyakiti fisik, menyakiti perasaan dan menginjak martabat seseorang sangat dilarang da­lam Islam.

“Di dalam Islam tidak layak seorang muslimin sejati mengucilkan atau memandang sebelah mata ajaran Rasullullah yang menebarkan kasih sayang. Ajaran Islam sangatlah sempurna, terutama yang berkaitan dengan hubu­­ngan manusia dengan manusia, di dalam Islam harus sa-ling menghargai dan saling me-nyayangi, serta saling bertoleransi antar sesama,” ungkap­nya.

Rasyid selaku pendakwah akan terus memberikan  pembekalan soal wawasan kebangsaan seba­gai upaya menumbuhkan rasa cinta pada tanah air yang belakangan agak ter­kikis terutama pada generasi Z dan Alfa.  “Pembekalan ini akan menambah pengetahuan santri terhadap wawasan kebangsaan. Dari situ integritas santri akan terbentuk, terutama juga untuk me­numbuhkan perasaan cinta tanah air,” pungkasnya. (rgr)