PADANG, METRO–Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kota Padang, Selasa malam (12/11) sekitar pukul 20.15 WIB. Akibatnya, sebuah pohon mangga setinggi sekitar 20 meter dengan diameter ±70 cm tumbang di RT 03 RW 08, Pagang Dalam, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo.
Pohon tersebut menimpa kandang ayam, kabel listrik, dan menutup akses jalan warga. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 3 juta.
“Kejadian ini dipicu hujan lebat disertai angin kencang. Begitu mendapat laporan, Tim Reaksi Cepat BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk membersihkan pohon yang tumbang,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna.
Proses pembersihan masih berlangsung dengan melibatkan personel BPBD dan warga sekitar. Petugas juga memastikan kabel listrik terdampak dalam kondisi aman.
BPBD Kota Padang mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Warga untuk tetap tenang dan mewaspadai perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, menghindari beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir, serta menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh,” ungkap Al Banna.
Di sisi lain, BPBD meminta jika ada bencana dan lainnya, warga diminta segera melapor melalui Call Center Padang Sigap 112 atau PUSDALOPS-PB BPBD Kota Padang jika menemukan kondisi darurat. Kemudian, Layanan Masyarakat BPBD Kota Padang: Call Center Padang Sigap: 112, Nomor Pengaduan BPBD: (0751) 778775, dan WhatsApp: 0858 9152 2181.
Selain itu, Al Banna mengimbau warga yang bermukim di daerah rendah atau lereng bukit diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
“Menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan surat-surat berharga, pakaian, obat-obatan, dan uang tunai yang mudah dibawa sebagai tas siaga bencana,” ujarnya
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seiring dengan peningkatan potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipicu oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal. Gabungan dinamika atmosfer tersebut diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Sedangkan Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–16 November 2025. Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat pada 10–12 November 2025 berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara.
Adapun potensi hujan lebat–sangat lebat (SIAGA) berpotensi terjadi di Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
“Untuk potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” jelas Andri. (rom)






