METRO SUMBAR

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Bantu Lima Bersaudara yang Hidup tanpa Orang Tua

0
×

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Bantu Lima Bersaudara yang Hidup tanpa Orang Tua

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI— Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny Nia Jon Firman Pandu ketika mengunjungi kakak beradik yang tinggal tanpa ada orang tuanya sekaligus menyerahkan bantuan.

SOLOK, METRO–Rasa kepedulian, mendorong Ny Nia Jon Firman Pandu mendatangi warganya siang itu. Dari informasi yang sampai ketelinga Ketua TP-PKK Kabupaten Solok itu, diketahui ada lima kakak beradik yang masih anak-anak tinggal di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, yang menjalani hidup dengan serba keterbatasan ekonomi.

Melihat kondisi kesulitan lima bersaudara yang ditinggal oleh kedua orang tuanya itu, sebagai seorang ibu kondisi mereka menyentuh perasaan Nia Jon Firman Pandu. Nia pun langsung mengunjungi rumah dimana lima bersaudara kakak beradik itu dikabarkan tinggal.

Di rumah yang sangat sederhana itu, Nia Jon Firman Pandu bertemu dengan Renata. Gadis belia itu masih duduk dibangku ke­las 3 SMP. Ranata sendiri merupakan anak ketiga dari 7 bersaudara. Namun dirinya terpaksa menjadi harapan bagi adik adiknya lantaran di rumah itu hanya dirinya yang paling besar dari lima bersaudara.

Dari kondisi hidup yang terpaksa dijalani lima kakak beradik dan sebagai kakak bagi adik adiknya di rumah itu, Renata terpaksa menjadi tulang punggung demi memenuhi kebutuhan hi­dup dirinya dan empat adik­nya.

Ia – pun terpaksa membagi waktu untuk berse­kolah sambil merawat empat adiknya sambil mencari kerja serabutan yang dapat dia lakukan.

Sebetulnya, mereka be­­ra­dik kakak sebanyak 7 orang. Namun 2 Akakaknya pergi meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas dan tidak tau dimana kebera­da­anya sampai saat ini.

Semenjak ibu mereka tengah menjalani masa tahanan sejak enam bulan lalu dan ayahnya sudah dua bulan terakhir pergi tanpa kabar, semenjak itu pula, lima bersaudara yang masih anak-anak ini tinggal di rumah sederhana di kawasan Nagari Salayo tanpa pengawasan dan perlindungan dari orang tuanya.

Tiga orang adik Renata, sebetulnya masih me­nge­cap pendidikan dan masih duduk dibangku se­kolah, masing masing di bang­ku SMP dan dua adiknya yang lain duduk di bang­ku SD. Sementara si bungsu  masih berusia 3 tahun.

Kelima anak tersebut kini berjuang menjalani kehidupan dengan kondisi serba terbatas. Mereka pun terpaksa menjalani hidup tanpa orang tua. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka terkadang dibantu oleh sang nenek atau menjual biji kakao dari yang tumbuh dipekarangan rumah.

Karena himpitan eko­nomi, salah satu adiknya bahkan harus berhenti sekolah untuk menjaga si bungsu yang masih berusia tiga tahun. Bantuan dari te­tangga sekitar yang pe­duli dengan kondisi mereka, juga sedikit meringankan beban hidup lima bersaudara itu.

Mendengar langsung penderitaan hidup yang dialami lima bersaudara itu, membuat Ny Nia Jon Firman Pandu tersentuh. Ber­kali kali dia mengulangi pertanyaannya tentang kondisi hidup mereka, lantaran dirinya tidak percaya lima bersaudara itu mampu bertahan hidup dengan segala keterbatasan eko­nomi dengan usia masih anak – anak.

Dengan menahan pera­saan yang mendalam, Nia pun menguatkan diri memberikan semangat bagi ke lima bersaudara itu untuk tidak menyerah dengan keadaan. Hari itu, Nia Jon Firman Pandu membawa sedikit bantuan dengan maksud dapat meringankan beban hidup yang dijalani lima bersaudara yang masih anak anak itu.

Bantuan berupa sembako dan keperluan bagi kakak beradik itu, lanjut Nia merupakan bentuk kepe­dulian pemerintah daerah ter­hadap kondisi ma­sya­rakat yang membutuhkan uluran tangan. Menurutnya, TP-PKK Kabupaten Solok sebagai mitra kerja pemerintah daerah, sesuai arahan Bapak Bupati Jon Firman Pandu, akan berupaya hadir di tengah ma­sya­rakat yang mem­butuh­kan bantuan tan­pa ada pengecualian.

“Hari ini kita di sini datang untuk meyalurkan ban­tuan berupa perleng­kapan yang dibutuhkan seperti Kasur, selimut, makanan, paket sembako, dan ada juga bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dari pemerintah nagari,” ujar Ny Nia Jon Firman Pandu. (***)