METRO PESISIR

PTF se-Indonesia Edukasi Obat dan Olah Teh Celup Mengkudu di Pariaman

0
×

PTF se-Indonesia Edukasi Obat dan Olah Teh Celup Mengkudu di Pariaman

Sebarkan artikel ini
EDUKASU— Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi saat menyambut kedatangan rombongan dari PT yang menggelar pengabdian kepada masyarakat di Kota Pariaman dengan agenda penyuluhan tentang obat dan obat bahan alami serta pembuatan teh celup dari bahan mengkudu di Kantor Desa Talago Sariak.

PARIAMAN, METRO–Kolaborasi nasional Perguruan Tinggi Farmasi (PTF) se Indonesia, kema­rin, melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kota Pariaman dengan agenda penyuluhan tentang obat dan obat bahan alami serta pembuatan teh celup dari bahan mengkudu di Kantor Desa Talago Sariak, Kecamatan Pariaman Ti­mur, Kota Pariaman. Wa­kil Wali Kota Pariaman, Mulyadi saat menyambut kedatangan rombongan mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kota Pariaman menjadi pusat kegiatannya. “Ini adalah bukti bahwa farmasis tidak hanya berkutat di balik meja apotek, tapi juga aktif memajukan kekayaan a­lam kita. Kami berharap sinergi ini melahirkan pro­duk-produk kesehatan berbahan dasar mengkudu yang bisa mengangkat pe­rekonomian ma­syarakat Pariaman,” ujarnya.

Beliau berharap kunjungan para farmasis dari seluruh Indonesia dapat memberikan masukan ilmiah bagi pengembangan produk unggulan daerah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang yang sekaligus menjadi Ketua Rombongan, Fatma Sri Wahyuni saat sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Pariaman atas fasilitas yang telah diberikan dan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ben­tuk komitmen Fakultas Farmasi dalam rangka me­ningkatkan kesehatan ma­syarakat.

“Kegiatan ini sangat istimewa bagi kami karena kali ini diikuti lebih dari 22 Perguruan Tinggi Farmasi se Indonesia sehingga ini adalah pengadian nasional kolaborasi pertama yang ada di Indonesia. Hari ini kegiatan kita tidak hanya edukasi terkait bagaimana mendapatkan, menggu­nakan dan menyimpan ser­ta membuang obat, tetapi juga bagaimana menggunakan obat tradisional dan pemberdayaan tanaman obat dilingkungan sekitar seperti salah satunya adalah buah meng­kudu yang bisa di­buat teh culup, “ ungkapnya.

Literasi kesehatan yang baik adalah fondasi utama bagi kesehatan keluarga. Tidak hanya itu, PTF telah berhasil membuat inovasi dari buah mengkudu, yang dikenal memiliki rasa pahit dan aroma kuat, diolah men­jadi produk teh celup yang praktis dan memiliki umur simpan yang lebih lama serta mam­pu meningkatkan e­ko­nomi masyrakat di Kota Pariaman. “Tujuan dari semua ini adalah memberikan alternatif pemanfaatan mengkudu lokal yang ber­khasiat sebagai antihipertensi dan antioksidan, namun dengan bentuk sediaan yang lebih mu­dah diterima (terutama dari segi rasa dan aroma) dan kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat ba­gaimana sebenarnya peng­gunaan obat baik kimia maupun tradisional yang baik untuk kesehatan tubuh kita, “ harapnya.

Walikota Pariaman yang di wakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Yalviendri dalam sam­bu­tannya pada pembukaan kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi luar biasa dari perguruan tinggi farmasi seluruh Indonesia.  “Kami sangat mengapresiasi ko­laborasi farmasi nasional yang telah memilih Kota Pariaman. Edukasi tentang obat dan inovasi produk lokal seperti teh mengkudu ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masya­rakat kami. Inovasi teh celup mengkudu ini bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga tentang bagaimana kita mengangkat potensi pangan lokal menjadi pro­duk unggulan daerah, “ ujarnya.

Kolaborasi dengan a­genda penyuluhan tentang obat dan obat bahan alami serta pembuatan teh celup dari bahan mengkudu di Kotota Pariaman menghadirkan 100 peserta dari Desa Talago Sariak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.   “Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam upaya percepatan peningkatan kualitas hidup dan keman­dirian kesehatan di daerah. Kita juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan, melainkan menjadi pemicu bagi ma­syarakat Kota Pariaman untuk lebih mandiri dalam memanfaatkan potensi a­lam sekitar dan lebih cerdas dalam mengelolanya, “ harapnya. efa)