AGAM, METRO–Dua nelayan dari Batang Gasan, Kabupaten Padangpariaman yang dilaporkan hilang kontak saat melaut menggunakan perahu di perairan Tiku, Kabupaten Agam, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan, Jumat (7/11) pada pukul 10.13 WIB.
Kepala Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang Abdul Malik mengatakan, keduanya eduanya ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar koordinat 0°37’39.12″S–100°0’55.05″E atau sekitar 14,7 mil laut dari lokasi awal kapal dilaporkan hilang kontak.
“Operasi pencarian, dimulai setelah kami menerima laporan dari Wali Nagari Gasan Gadang, Azirman, pada Kamis (6/11) malam sekitar pukul 19.20 WIB. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dua nelayan yang berangkat melaut sejak pukul 04.00 WIB belum kembali hingga sore hari. Biasanya, mereka telah tiba kembali di daratan sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik menambahkan, pihak keluarga dan masyarakat setempat sebelumnya sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan Karang Gosong hingga Sungai Limau. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kondisi cuaca di perairan Agam saat itu dilaporkan tidak bersahabat, dengan angin kencang dan gelombang laut mencapai 2,5 meter menurut prakiraan BMKG Maritim. Tim SAR Gabungan mulai bergerak pada Jumat pagi,” jelas Abdul Malik.
Abdul Malik menuturkan, Kapal RIB 03 Pos SAR Pasaman diberangkatkan dari dermaga Sasak pukul 06.55 WIB menuju lokasi kejadian, dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam. Setibanya di lokasi, operasi dilanjutkan dengan pembagian sektor pencarian.
“Sebanyak tiga Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan untuk menyisir area laut seluas 46 mil laut persegi. Sekitar pukul 10.13 WIB, kedua nelayan akhirnya ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi lemah namun selamat,” tambahnya.
Ditegaskan Abdul Malik, proses evakuasi segera dilakukan dan selesai pada pukul 12.15 WIB, sebelum keduanya dibawa kembali ke rumah masing-masing di Batang Gasan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian melaksanakan briefing penutupan operasi pada pukul 14.05 WIB.
“Tim SAR dari Kantor SAR Padang dan Pos SAR Pasaman selanjutnya kembali ke satuan masing-masing. Operasi SAR ini melibatkan 18 personel Kantor SAR Padang, 7 personel Pos SAR Pasaman, serta unsur pendukung lainnya termasuk BPBD, TNI, Polri, perangkat nagari, masyarakat, dan nelayan setempat. Sementara itu, tinggi gelombang laut yang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter sempat menjadi faktor penghambat dalam proses pencarian,” tutupnya. (*)






