OLAHRAGA

Laga ke-1000 Guardiola, Liverpool Uji Ketangguhan Manchester City di Etihad

1
×

Laga ke-1000 Guardiola, Liverpool Uji Ketangguhan Manchester City di Etihad

Sebarkan artikel ini

PREMIER League akhir pekan ini akan menghadirkan partai yang layak disebut big match of the season. Dua raksasa se­pak bola Inggris, Manchester City dan Liverpool, akan saling berhadapan di Etihad Stadium, Minggu (9/11) pukul 23.30 WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar adu taktik antara dua tim papan atas. Laga ini juga akan menjadi momen bersejarah bagi Pep Guardiola, yang mencatatkan pertandingan ke-1.000 dalam karier kepelatihannya. Dan tidak ada panggung yang lebih pas untuk merayakannya selain meng­hadapi rival abadi di era modern, Liverpool.

Baik City maupun Li­verpool saat ini menghuni papan atas klasemen sementara Premier League 2025/26. The Citizens me­nempati posisi kedua de­ngan 19 poin, unggul satu angka dari The Reds di peringkat ketiga.

Keduanya sama-sama datang dengan modal positif. City baru saja menumbangkan Borussia Dortmund 4-1 di Liga Champions, sementara Liverpool mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Real Madrid.

Meski unggul di posisi klasemen, City belum mampu mengalahkan Li­verpool sejak April 2023, bahkan dua kali kalah de­ngan skor identik 0-2 pada musim lalu. Situasi ini tentu jadi motivasi tambahan bagi Guardiola untuk membalikkan keadaan di laga spesialnya kali ini.

Baca Juga  Tim Angkat Besi Muda Indonesia Dapat Bonus, Bekal Semangat Kejuaraan Dunia, JAKARTA, METRO

“Untuk mencapai 1.000 pertandingan sebagai pe­latih adalah hal yang sa­ngat istimewa. Saya tidak pernah membayangkan akan sampai sejauh ini,” ujar Guardiola di situs resmi klub.

“Saya beruntung bisa bekerja di klub besar seperti Barcelona, Bayern Munich, dan kini Manchester City. Semoga laga ini menjadi momen yang indah.”

City datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat tiga kemenangan be­runtun di semua kompetisi. Namun, Pep Guardiola masih harus memutar otak karena gelandang andalannya Rodri dan Mateo Kovacic diragukan tampil akibat cedera.

Absennya dua pemain tengah itu membuat Nico Gonzalez berpeluang kembali tampil sejak menit awal setelah bermain solid melawan Dortmund. Dukungan penuh suporter Etihad diyakini akan mendorong City tampil agresif sejak awal laga.

Di sisi lain, Liverpool mulai menemukan kembali performa terbaiknya bersama pelatih anyar Arne Slot. Dua kemenangan be­runtun atas Aston Villa dan Real Madrid menjadi bukti bahwa The Reds mulai bangkit setelah periode sulit.

“Kemenangan itu bukan kebetulan. Kami bekerja keras memperbaiki keseimbangan dan efisiensi dalam setiap fase permainan,” ujar Arne Slot dalam konferensi pers.

“Pertandingan melawan City akan menjadi ujian terbesar kami musim ini.”

Slot diyakini akan kem­bali mengandalkan formasi 4-2-2-2, skema yang mu­sim lalu dua kali sukses menumbangkan City. Meski beberapa pemain kunci seperti Frimpong dan Kerkez masih cedera, Li­verpool tetap memiliki daya serang mematikan melalui Mohamed Salah dan Florian Wirtz.

Baca Juga  Piala AFF U-15 2019, Laga Perdana Timnas U-15 Ditantang Vietnam

Legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit bahkan menilai Slot tengah berada di jalur yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Liverpool.

“Slot mulai mengembalikan aura yang dulu membuat lawan takut meng­hadapi Liverpool,” kata Gullit.

Secara historis, Liverpool masih lebih unggul dari City dalam rekor pertemuan Premier League. Dari 56 laga, The Reds memenangi 23 kali, sedangkan City hanya 12 kali. Namun, dominasi kandang City di Etihad sejak Agustus membuat laga ini sulit diprediksi.

Kedua tim dikenal de­ngan gaya menyerang yang atraktif dan intensitas tinggi. Perpaduan antara taktik cerdas Guardiola dan pressing ketat ala Slot diyakini akan menyajikan pertarungan strategi menarik sejak menit awal.

Dengan kondisi yang nyaris seimbang, hasil imbang bisa saja menjadi akhir yang realistis. Namun satu momen kejeniusan – entah dari Salah, Haaland, atau Foden – bisa saja menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang dari duel dua penguasa Inggris ini. (*/rom)