METRO PADANG

Ratusan Ribu Warga Selamatkan Diri dari Ancaman Megathrust Mentawai 8,8 SR, BMKG: Golden Time Hanya 20–30 Menit

0
×

Ratusan Ribu Warga Selamatkan Diri dari Ancaman Megathrust Mentawai 8,8 SR, BMKG: Golden Time Hanya 20–30 Menit

Sebarkan artikel ini
MEMANTAU PADANG DRILL TSUNAMI— Wali Kota Padang, Fadly Amran bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Wakil Komandan Daerah TNI Angkatan Laut (Wadankodaeral) II Laksamana Pertama TNI Mulyadi, perwakilan BNPB, memantau pelaksanaan Padang Tsunami Drill 2025 yang digelar BPBD Kota Padang, Rabu (5/11) pagi.

PADANG, METRO–Ratusan ribu warga Kota Padang memadati ruas jalan dan titik-titik evakuasi aman tsunami saat mengikuti Padang Tsunami Drill 2025 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Rabu (5/11) pagi.

Simulasi yang berlangsung pukul 10.00–11.00 WIB ini menskenariokan gempa bumi berpotensi tsunami akibat aktivitas megathrust Mentawai, yang berpotensi tsunami dahsyat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti masyarakat dari 8 kecamatan dan 55 kelurahan yang tergolong rawan bencana. Latihan juga melibatkan unsur pemerintahan, BUMN/BUMD, pelajar, dan ribuan warga.

“Berdasarkan pantauan kami, kegiatan ini sangat ramai. Di seluruh Kota Pa­dang, mulai dari Bungus Teluk Kabung hingga Pasar Raya, Sawahan, dan Koto Tangah, pelaksanaannya berjalan baik dan sukses, meski diguyur hujan.”

“Kita menargetkan Pa­dang Tsunami Drill 2025 ini menjadi yang terbesar di Indonesia,” ujar Fadly Am­ran saat diwawancarai di pe­lataran parkir Hotel San­tika, salah satu titik eva­kuasi sementara.

Fadly Amran menegaskan pentingnya latihan ini un­tuk meningkatkan ke­was­­padaan dan ke­siapsiaga­an masyarakat meng­hada­pi potensi tsunami. Masya­rakat harus tahu ke mana menuju saat terjadi gempa.

“Seluruh titik kumpul telah tersosialisasikan de­ngan baik. Kami telah mem­­bagikan 55 denah lo­ka­si evakuasi di kelurahan rawan tsunami.”

“Selain shelter pemerintah, masjid, sekolah, dan kantor pemerintahan tahan gempa juga bisa dijadikan tempat evakuasi sementara,” jelasnya.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa jika sumber tsunami berasal dari zona megathrust, maka wilayah pesisir Sumatera Barat memiliki golden time 20–30 menit, sedangkan masyarakat di Kepulauan Mentawai hanya sekitar 10 menit.

“Latihan ini penting untuk melatih kesiapsiagaan dan kecepatan respon ma­sya­rakat, baik dalam me­nge­­nali gejala alam, memahami sistem peringatan dini, maupun melakukan eva­kuasi mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, da­lam simulasi ini digunakan pemodelan gempa Nias Selatan. Berdasarkan skenario tersebut, ketinggian tsunami yang mencapai pesisir Kota Padang diper­ki­rakan maksimal 5 meter, dengan gelombang sisa yang menjalar ke wilayah tengah kota sekitar 20 sentimeter.

“Dipilihnya Hotel Santika ini karena dalam skenario gempa Nias Selatan, tinggi tsunami di Kota Padang hanya sekitar 5 meter, sehingga lokasi ini masih aman.”

“Namun jika kejadian sebenarnya terjadi, BMKG akan membuat skenario sesuai kondisi aktual,” tambah Suaidi.

Turut hadir memantau Padang Tsunami Drill 2025 ini Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Wakil Komandan Daerah TNI Angkatan Laut (Wadankodaeral) II Laksamana Pertama TNI Mulyadi, perwakilan BNPB, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang serta unsur organisasi dan komunitas kebencanaan lainnya.

Simulasi Gempa 8,8 SR dan Tsunami

Gempa besar berke­kua­tan 8,8 SR melanda Kota Padang, Rabu (5/11). Gempa berpusat di Mentawai itu terjadi pukul 10.00 WIB dengan kedalaman 12 Km.

Kejadian gempa secara tiba-tiba itu membuat warga terlihat cemas. Masya­ra­kat berjalan cepat menuju tempat ketinggian. Sementara di lokasi Pusat Pengendalian Operasi Pe­nang­gulangan Bencana (Pus­dalops) BPBD Kota Pa­dang di Lantai II, Balai Kota, Aie Pacah, seluruh personil BPBD bertindak cepat mencari informasi gempa dimaksud.

Usai gempa mengguncang, Wali Kota Padang Fadly Amran langsung me­ngon­tak Pusdalops BPBD Kota Padang. Komunikasi melalui handy talky itu dilakukan setelah Wali Kota Fadly Amran berada di titik kumpul di depan rumah dinasnya.

“Pusdalops, di sini Wali Kota Padang, mohon diinfo­kan update kejadian gempa barusan,” kata wali kota.

Komunikasi melalui udara itu langsung dijawab Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Albana. Disampaikannya, bahwa gempa yang terjadi cukup kencang dan hingga saat itu masih menunggu update peringatan dini pertama dari BMKG.

“Lapor Bapak Wali Ko­ta, dari info gempa real time yang kita terima, telah terjadi gempa bumi dengan magnitude 8,8 lokasi 3.51 LS, 100.32 BT, (87 KM Tenggara Kepulauan Mentawai Sumbar) dengan kedalaman 12 kilometer, kita masih menunggu update peringatan dini pertama dari BMKG. Mohon arahan Pak, terima kasih,” ujar Albana kepada wali kota.

Informasi gempa langsung diterima Wali Kota Fadly Amran. Wali Kota meminta Pusdalops tetap memantau dan selalu update kondisi terkini. Melaporkan informasi per-dua menit.

Empat menit kemudian Pusdalops melakukan aktivasi sirene peringatan dini tsunami. Sesuai Perwako Nomor 63 Tahun 2021, Pusdalops kemudian melaporkan aktivasi sirene peringatan dini tsunami kepada wali kota dan warga.

“Izin Pak Wali Kota, kami barusan melakukan aktivasi sirene peringatan dini tsunami dan masih berlangsung. Sirene akan kami hidupkan selama satu menit. Mohon arahan selanjutnya, terimakasih,” ujar Albana.

“Lanjutkan Pusdalops. Selalu pantau dan mohon update informasi terkini per-dua menit,” jawab Wako Fadly Amran. (*/ren)