LIVERPOOL kembali menunjukkan mental juara mereka di kancah Eropa. Bermain di Anfield pada matchday keempat fase grup Liga Champions 2025/2026, Rabu (5/11) dini hari WIB, The Reds berhasil menumbangkan Real Madrid dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Alexis Mac Allister.
Gol berharga itu tercipta pada menit ke-61, setelah gelandang asal Argentina tersebut menanduk bola hasil umpan tendangan bebas Dominik Szoboszlai. Sundulan akurat itu tak mampu dihalau Thibaut Courtois, yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.
Atmosfer Anfield pun langsung bergemuruh. Para suporter berdiri bersorak, meneriakkan nama Mac Allister, dan membuat suasana stadion semakin membara.
Sejak awal laga, Liverpool dan Madrid bermain dengan tempo tinggi. The Reds tampil agresif, sementara pasukan Xabi Alonso mencoba menekan balik lewat serangan cepat Kylian Mbappe dan Vinicius Jr.
Namun, lini belakang Liverpool yang dikomandoi Virgil van Dijk tampil sangat disiplin. Kiper Giorgi Mamardashvili juga beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya dari Jude Bellingham dan Mbappe.
Drama terjadi pada menit ke-42 ketika sepakan Szoboszlai mengenai tangan Aurélien Tchouaméni di kotak penalti Madrid. Wasit István Kovács sempat memberikan tendangan bebas di tepi kotak, sebelum meninjau VAR. Setelah menonton ulang tayangan, Kovács memutuskan tidak memberi penalti karena posisi tangan Tchouaméni dianggap alami.
Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Liverpool dan gemuruh kekecewaan dari tribun Anfield.
“Keputusan itu jelas membuat tensi pertandingan naik. Tapi kami tetap fokus dan menjaga ritme permainan,” ujar Szoboszlai seusai laga.
Sepanjang babak pertama, Courtois menjadi tembok kokoh bagi Real Madrid. Kiper asal Belgia itu menggagalkan tiga peluang emas Liverpool — dua dari Szoboszlai dan satu sundulan keras Van Dijk.
Namun, kehebatannya akhirnya runtuh di menit ke-61. Dari tendangan bebas, Szoboszlai mengirimkan umpan melengkung ke kotak penalti, dan Mac Allister yang lepas dari kawalan berhasil menanduk bola ke pojok gawang.
Madrid mencoba membalas lewat aksi Mbappe pada menit ke-75, tetapi tembakannya masih melebar tipis. Di sisi lain, Liverpool nyaris menggandakan keunggulan melalui Cody Gakpo dan Mohamed Salah, namun Courtois kembali tampil gemilang.
Momen menarik terjadi di menit-menit akhir ketika mantan kapten Liverpool, Trent Alexander-Arnold, yang kini membela Real Madrid, masuk sebagai pemain pengganti.
Sambutan di Anfield langsung berubah menjadi gelombang ejekan dari para pendukung tuan rumah. Sementara itu, penggantinya di Liverpool, bek muda Conor Bradley, justru tampil luar biasa dengan mematikan pergerakan Vinicius Jr di sisi kanan.
Penampilan Bradley yang penuh determinasi mendapat tepuk tangan meriah. “Dia bermain dengan hati. Itulah semangat Liverpool yang sebenarnya,” puji pelatih Arne Slot usai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan Liverpool setelah sempat terpuruk dengan enam kekalahan dari tujuh laga sebelumnya. Dengan hasil ini, The Reds naik ke peringkat enam klasemen sementara dan memperbesar peluang lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions.
Arne Slot memuji semangat anak asuhnya.
“Ini bukan hanya kemenangan, tapi pernyataan bahwa Liverpool belum habis. Kami kembali menemukan identitas kami: menekan tinggi, kreatif, dan tak kenal lelah,” tegasnya.
Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi malam kelam di Anfield. Mbappe dan Bellingham tampil di bawah performa, sementara Courtois menjadi satu-satunya pemain Los Blancos yang pantas dipuji.
Laga ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Jude Bellingham. Gelandang muda asal Inggris itu menorehkan penampilan ke-50 di Liga Champions pada usia 22 tahun 128 hari — menjadikannya pemain termuda yang mencapai angka tersebut, melampaui rekor Iker Casillas.
Sementara itu, pelatih Arne Slot meraih kemenangan ke-11 dari 14 laga di Liga Champions, sekaligus mempersembahkan clean sheet penting melawan rival bebuyutan Real Madrid. (*/rom)






