METRO PADANG

7.178 Anak Terdata Tidak Sekolah di Padang, Wawako: Seluruh Ketua RT/RW Harus Mendata Ulang

0
×

7.178 Anak Terdata Tidak Sekolah di Padang, Wawako: Seluruh Ketua RT/RW Harus Mendata Ulang

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN DANA OPERASIONAL— Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, penyaluran dana operasional Triwulan III Tahun 2025 bagi RT, RW, Kader Posyandu dan PAUD, Imam Masjid, serta Guru TPQ/TQA dan MDT, di Masjid Darussalam, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan usai kegiatan Subuh Mubarakah, Senin (3/11),

PADANG, METRO–Pemerintah Kota Padang menuntaskan penyaluran dana operasional Triwulan III Tahun 2025 bagi RT, RW, Kader Posyandu dan PAUD, Imam Masjid, serta Guru TPQ/TQA dan MDT di 11 kecamatan se-Kota Padang.

Kegiatan penyerahan terakhir dilaksanakan di Masjid Darussalam, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan usai kegiatan Subuh Mubarakah, Senin (3/11), dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Maigus Nasir menekankan pentingnya sinergi antara lurah, camat, RT, RW, dan seluruh pemang­ku kepentingan dalam men­­du­kung program-program pembangunan Kota Pa­dang, salah satunya Smart Surau.

“Saya minta Pak Lurah se­gera mengundang kem­bali RT dan RW di lingkungannya masing-masing untuk melakukan penguatan Smart Surau. Kepada pengurus masjid serta musala, agar dalam satu bulan ke depan materi wirid dan pengajian dapat memuat tema-tema terkait Smart Surau,” ujar Maigus Nasir.

Selain itu, ia juga meminta dukungan semua pihak dalam pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang saat ini jumlahnya mencapai 7.178 orang di Kota Padang. Menurutnya, ma­sih ada anak-anak yang belum terdata dan perlu segera dicarikan solusinya.

Baca Juga  Badai, Pohon Tumbang di Aliran Irigasi di Pasar Baru

“Mohon bantuan seluruh RT dan RW untuk mendata anak-anak di wilayahnya. Jika usianya masih sekolah, bantu masukkan kembali ke sekolah. Jika sudah lewat usia sekolah, arahkan ke program Paket C. Jangan biarkan anak-anak kita berhenti sekolah hanya karena biaya atau pengaruh lingkungan,” tegasnya.

Maigus Nasir turut me­nyampaikan bahwa pengurangan Dana Transfer Daerah dari pemerintah p­sat sebesar hampir Rp400 miliar berdampak pada tertundanya sejumlah program pem­bangu­nan, seperti pem­ba­ngunan jalan baru. Na­mun, Pemko Pa­dang me­­n­yiap­kan langkah antisipasi berupa program stimulus dan padat karya ma­sya­rakat.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota Fadly Amran, perbaikan jalan tetap kita lanjutkan dengan sistem penambalan agar tidak ada lagi jalan rusak yang membahayakan pengguna. Tahun 2026, pemerintah juga menyiapkan program padat karya dengan dana stimulus. Pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Mainkan Gas 3 Kg, Izin Pangkalan Dicabut

Sementara itu, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar melaporkan total dana yang diserahkan se­be­sar Rp847.830.000, terdiri dari dana untuk RT dan RW sebesar Rp450.180.000, TPQ/TQA sebesar Rp206.550.000, MDT sebesar Rp59.850.000, Imam Masjid sebesar Rp14.400.000, Kader PAUD se­be­sar Rp9.150.000, dan Kader Posyandu sebesar Rp107.700.000.

“Dana ini kami salurkan kepada 275 Ketua RT, 72 Ketua RW, 154 Guru TPQ/TQA, 43 Guru MDT, 24 Imam Masjid, 61 Kader PAUD, dan 359 Kader Posyandu. “Kami berharap dana ini dapat menjadi motivasi bagi para RT, RW, kader, dan guru untuk terus berkontribusi mendukung program Pemerintah Kota Padang,” ujar Wilman. (brm)