METRO PESISIR

Obat Palsu Banyak Beredar, Warga Diminta jadi Konsumen Cerdas

0
×

Obat Palsu Banyak Beredar, Warga Diminta jadi Konsumen Cerdas

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI KIE— Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang diinisiasi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama bersama BPOM RI, kemarin.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Yota Balad  membuka secara resmi kegiatan sosialisasi pemberdayaan ma­syarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang diinisiasi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama bersama BPOM RI, dan diikuti oleh pelaku UMKM serta Tokoh Masyarakat yang ada di Kota Pariaman, kemarin.

Walikota Pariaman Yo­­­­ta Ba­lad mengatakan ba­hwa kegiatan ini merupakan upa­ya untuk me­ning­katkan pe­ngetahuan ma­syarakat da­lam memilih produk obat dan makanan yang aman, bermutu dan terhindar dari produk ilegal dan berbahaya.

“Saya berharap deng­an a­danya kegiatan ini akan dapat mengedukasi para pelaku UM­KM yang ada di Kota Pariaman, untuk mempro­duksi produk yang higienis serta aman dikonsumsi agar mem­pu­nyai pasar yang lu­as dan professional,” ujar Yota Balad.

Pada sosialisasi tersebut Ade Rizki Pratama juga ikut menjelaskan bahwa, pelaksanaan program KIE bertujuan untuk me­n­i­n­gkatkan pe­ngetahuan ma­­­syarakat a­gar dapat me­lindungi dirinya dari makanan yang tidak meme­nuhi ketentuan dan me­ngerti akan pentingnya ke­amanan pangan.

­“Salah satu bentuk nya­ta strategi ini adalah kegiatan Pemberdayaan Ma­sya­rakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edu­kasi (KIE) yang dilakukan oleh Pemerintah Da­erah sebagai lintas sektor yang menjadi mitra BP­OM, da­lam me­n­gem­ba­ngkan komunikasi risiko dibutuhkan peran lintas sektor yang bisa menjangkau penerima manfaat yang ditargetkan yaitu mas­yarakat dan komunitas ma­s­yarakat,” te­rang Ade Rizki Pratama.

Selain itu Badan POM yang merupakan mitra DPR RI di komisi IX Drs.M. Suhendri, Ap­t,M.Farm sebagai Kepala Besar POM di Pa­dang sekaligus sebagai narasumber kegiatan me­nuturkan bahwa saat ini banyak sekali obat-obatan palsu yang beredar ditengah ma­syarakat.

“Dikarenakan saat ini banyak sekali beredar obat-obat palsu kami me­ngajak ma­syarakat agar menjadI konsumen yang cerdas dengan memperhatikan secara cermat obat-obatan yang akan di konsumsi dengan me­lakukan Cek Klik yang diluncurkan oleh BPOM,” ungkap M. Suhendri.

Ada empat cek klik ya­ng bisa dilihat oleh m­a­syarakat untuk mengetahui apakah obat-obatan tersebut baik atau tidak yaitu pertama cek kema­san obat, kedua cek label obat, ketiga cek izin edar obat, dan ke empat cek kadaluarsa obat. Beliau juga menekankan bagaimana pentingnya ma­sya­rakat ikut berperan serta dalam me­lakukan pengawasan obat dan makanan. (efa)