METRO SUMBAR

Festival Pasambahan Kato se-Pabasko, Lestarikan Seni Tutur Adat Minangkabau

3
×

Festival Pasambahan Kato se-Pabasko, Lestarikan Seni Tutur Adat Minangkabau

Sebarkan artikel ini
Festival Pasambahan Kato — Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis menghadiri Festival Pasambahan Kato se-Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto (Pabasko) resmi digelar di Lapangan Balai Gadang, Nagari Batipuah Baruah, Sabtu (1/11) Kabupaten Tanah Datar.

TANAH DATAR, METRO–Festival Pasambahan Kato se-Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto (Pabasko) resmi digelar di Lapangan Balai Gadang, Nagari Batipuah Baruah, Sabtu (1/11) Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 November ini menjadi ajang pelestarian seni tutur adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman modern.

Acara dibuka Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy yang menegaskan pentingnya menjaga dan merawat budaya daerah sebagai identitas jati diri masyarakat Minang.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan, tapi napas kehidupan kita sebagai orang Minang. Ia harus dijaga, dipelajari, dan diamalkan sampai akhir hayat,” ujar Wagub Vasko.

Baca Juga  Polisi Bantu Warga Menderita Penyakit Kusta

Menurutnya, Pasambahan Kato sebagai seni tutur dalam adat, memiliki nilai luhur yang tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga mengajarkan etika berkomunikasi, penghormatan, dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Turut hadir Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis yang menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival tersebut sebagai ruang kolaborasi lintas daerah di kawasan Pabasko.

“Pasambahan Kato adalah kebanggaan kita bersama. Ia bukan hanya seni berbicara, tapi seni menghormati, mendidik, dan menyatukan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi budaya antarnagari dan kabupaten/kota di Sumatera Barat,” ujar Wako Hendri.

Baca Juga  Bagi Rejeki di Menara Agung, Beli Honda CRF150L di Menara Agung Diskon Rp 1,6 Juta

Festival ini merupakan inisiatif dari pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Rony Mulyadi Datuak Bungsu yang mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

“Kami berupaya agar nilai-nilai adat tidak hanya dikenang, tapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan seperti ini, generasi muda bisa belajar langsung dari para Ninik Mamak dan pelaku adat yang berpengalaman,” katanya.

Selain para pejabat daerah, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Jefrinal Arifin, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan nagari. (rmd)