OLAHRAGA

Gagal ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Harus Kejar Peringkat Lewat FIFA Matchday

0
×

Gagal ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Harus Kejar Peringkat Lewat FIFA Matchday

Sebarkan artikel ini
TIMNAS INDONESIA— Meski kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai PSSI seharusnya tetap menjalankan agenda pertandingan FIFA Matchday pada November 2025.

JAKARTA, METRO–Meski kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai PSSI seharusnya tetap menjalankan agenda pertan­dingan FIFA Matchday pada November 2025. Me­nurutnya, agenda internasional tersebut penting bagi skuad Garuda untuk menjaga sekaligus memperbaiki peringkat di ranking FIFA.

“Agenda ini sebaiknya tetap dijalankan, walau pe­latih baru belum diumumkan. Kan hanya dua per­tandingan saja. Sembari menunggu keputusan resmi dari PSSI, tim nasio­nal bisa tetap beraktivitas,” ujar Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Bung Ropan, dikutip dari kanal YouTube Cokro TV.

Ronny menilai, federasi sebenarnya memiliki sejumlah opsi di lingkaran internal untuk menjadi pe­latih sementara (caretaker). Salah satu nama yang dianggap pantas adalah Jordy Cruyff, penasihat strategis asal Belanda yang kini membantu PSSI dalam pengembangan tim nasional.

“Semua keputusan memang ada di tangan PSSI. Namun kalau bicara peluang, menunjuk pelatih dari internal itu sangat wajar. Mau siapa pun yang ditunjuk, termasuk Jordy Cruyff, semuanya masih terbuka,” ujarnya.

Baca Juga  CR7: Zidane Pelatih Hebat

Selain Cruyff, nama lain yang juga dinilai potensial adalah Alexandre Zwiers, Direktur Teknik PSSI. Me­nurut Bung Ropan, keduanya memiliki kapasitas memadai untuk menangani tim nasional secara sementara sambil menunggu pelatih baru diumumkan.

“Alexandre Zwiers juga bisa, Jordy Cruyff pun layak. Bahkan, kalaupun PSSI mau menunjuk pelatih lo­kal untuk sementara waktu, itu juga bukan masalah. Yang penting, laga FIFA Matchday tetap terlaksana,” imbuhnya.

Ronny menekankan pentingnya dua laga FIFA Matchday pada periode 10–18 November 2025 karena hasilnya akan berdampak langsung pada pe­ringkat FIFA Timnas Indonesia. Setelah gagal melaju ke putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai kalah dari Arab Saudi dan Irak, posisi Indonesia di­prediksi turun tiga tingkat ke peringkat 122 dunia, berdasarkan data dari Football Ranking.

“Ini kewajiban yang harus dijalankan, karena sangat berpengaruh pada ranking FIFA. Kalau kita bisa menang di dua per­tandingan ini, posisi kita bisa naik lagi,” jelasnya.

Baca Juga  Indisipliner, Nurhidayat Haji Haris Dipulangkan

Untuk lawan tanding, Bung Ropan menyarankan agar PSSI tidak perlu mencari lawan dari benua lain. Menurutnya, federasi bisa mengundang negara-negara tetangga yang punya peringkat lebih tinggi.

“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa melawan Malaysia, Thailand, atau Vietnam, yang secara peringkat di atas kita. Atau bahkan menghadapi Selandia Baru, tim yang lolos ke Piala Dunia 2026,” sarannya.

Ia menambahkan, se­tiap kesempatan bertan­ding di kalender FIFA harus dimaksimalkan agar Indonesia bisa memperbaiki posisi dan membangun kepercayaan diri tim nasio­nal.

“Setiap pertandingan resmi itu penting. Kalau bisa menang, peringkat kita bisa naik, moral tim juga meningkat. Jadi, tidak ada alasan untuk melewatkan FIFA Matchday ini,” tegas Bung Ropan.

Menurutnya, keputusan soal pelatih kepala baru bisa saja diumumkan pada Desember atau Januari mendatang, dan hal itu bukan masalah selama PSSI tetap menjalankan jadwal pertandingan yang sudah ditetapkan FIFA. (*/rom)