SAWAHLUNTO, METRO–Dalam upaya memperkuat tata kelola dan daya saing ekonomi anggotanya, Koperasi Ikhlas Beramal (IKMAL) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar Pelatihan Manajemen Koperasi pada Kamis (30/10), bertempat di Aula Kemenag Sawahlunto. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota koperasi.
Hadir sebagai pembina koperasi, Dr. Dedi Wandra memberikan materi sekaligus motivasi kepada peserta tentang pentingnya peran koperasi dalam memperkuat ekonomi anggota.
Ia menegaskan bahwa bergabung dalam koperasi merupakan pilihan yang aman dan menguntungkan, karena prinsip dasarnya adalah gotong royong dan kesejahteraan bersama.
“Jika bergabung ke koperasi, cenderung lebih aman dibanding di tempat lain,” ujar Dr. Dedi di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Koperasi Ikhlas Beramal untuk berpikir lebih luas dalam mengembangkan potensi ekonomi koperasi. “Sudah saatnya kita berpikir ekonomi dengan mengembangkan pendapatan koperasi ke lini lain seperti pertanian atau properti,” tambahnya.
Dijelaskan Dedi Wandra, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengurus koperasi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan koperasi yang modern, transparan, serta berorientasi pada pengembangan usaha berkelanjutan.
Selain memperkuat aspek manajerial, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka wawasan baru bagi anggota koperasi untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
“Dengan diversifikasi usaha ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, atau investasi properti, koperasi diharapkan dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi yang tangguh di lingkungan Kemenag dan masyarakat sekitar,” katanya.
Kemenag Sawahlunto mendukung penuh langkah Koperasi Ikhlas Beramal dalam membangun ekonomi anggota berbasis kebersamaan dan kemandirian.
“Semangat kolaboratif yang ditanamkan dalam pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan koperasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan umat,” tuturnya. (pin)





