TANAHDATAR, METRO – Seorang pelajar SMP di Kecamatan Pariangan, Tanahdatar berinisial WAH (16) diduga kuat mengalami tindak kekerasan dari seorang nenek berusia 61 tahun. Nenek tersebut diketahui bernama Hamidah, panggilan Emi, yang tercatat sebagai warga Jorong Sungai Jambu, Nagari Sungai Jambu.
Kapolres Tanahdatar AKBP Bayuaji Yudha Prajas, Jumat (26/4) sore menyebutkan, kasus ini dilaporkan langsung oleh ibu korban yang bernama Nurlela (48). Dikatakan, kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur ini terjadi Kamis (25/4).
“Korban WAH mendapatkan penganiayaan di dalam rumahnya sendiri dan di depan mata ibu kandungnya,” jelas Kapolres Bayu.
Diceritakan, kejadian itu bermula ketika Emi bersama anak dan suaminya, mendatangi rumah korban. Saat itu Emi bertengkar alias perang mulut dengan ibu korban. Perang mulut semakin memanas, Emi saat itu hendak menghajar ibu korban.
Melihat hal itu, korban berusaha melerai. Bukannya mereda, amarah Emi malah menjadi-jadi. Dia melampiaskan amarah setannya pada WAH yang jelas kalah tenaga untuk melawan. Akibatnya WAH mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya serta luka gores.
Disebutkan, sebab musabab terjadinya penganiayaan ini adalah ketika anak nenek Emi yang bernama Nurul sering bertengkar dengan Nurlela, ibu korban. Nurul menilai bahwa Nurlela tak layak lagi tinggal di rumah yang ditempatinya. Sebab suami Nurlela sudah meninggal dunia.
Ditambahkan, usai bertengkar dengan Nurlela, Nurul malah memberitahu ibunya. Tak terima dengan kejadian itu, Emi lalu menyatroni seraya menggedor pintu rumah Nurlela. Sehingga terjadilah peristiwa penganiayaan tersebut.
“Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan Satreskrim Polsek Pariangan, sejumlah saksi sudah diperiksa,” pungkas Kapolres Bayu.
Terpisah, Kapolsek Pariangan Iptu Jennedi mengaku belum melakukan penahanan terhadap Emi. Karena kasus ini masih dalam tahap penyidikan anggotanya. “Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,” katanya. (ant)





