BERITA UTAMA

Hadapi Tantangan Industri, Menaker Minta Peserta PBK dan PBL Perkuat Kompetensi

3
×

Hadapi Tantangan Industri, Menaker Minta Peserta PBK dan PBL Perkuat Kompetensi

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Menaker Yassierli membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 dan Project Based Learning (PBL) Batch 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kaltim, Kamis (30/10).

JAKARTA, METRO–Menaker Yassierli membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 dan Project Based Learning (PBL) Batch 3 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (30/10).

Dalam kesempatan itu, Yas­sierli mendorong para peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan sebaik-baiknya guna memperkuat kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja. Pasalnya, tantangan dunia kerja ke depan semakin berat. Industri kini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, bahkan tenaga kerja yang mampu menguasai bahasa asing.

“Saya minta adik-adik peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Masa depan kalian masih panjang, dan bekal kompetensi yang kuat akan menjadi kunci untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Secara khusus, Menaker menjelaskan tentang Project Based Learning (PBL). Menurutnya, PBL merupakan salah satu inisiatif baru Kemnaker di bawah kepemimpinannya. Me­lalui program ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah (problem solving).

“Disebut Project Based Lear­ning karena peserta dilatih untuk menjadi problem solver. Misalnya ada proyek smart building atau smart farming, mereka bisa merencanakan, mengerjakan, dan menawarkan jasa atau solusi itu sendiri kepada perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga  Dua Pemain Narkoba Diciduk saat Hujan Lebat

Lewat pendekatan tersebut, Menaker berharap para lulusan pelatihan tidak hanya siap diserap industri, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dan membuka peluang kerja baru di masa depan.

“Kita ingin lulusan pelatihan tidak sekadar menunggu tawaran pekerjaan, tetapi justru bisa menawarkan jasanya. Misalnya, mereka bisa bilang ke perusahaan, ‘Saya bisa mengotomatisasi operasional gedung’ atau mengotomatisasi yang lainnya,” ujarnya. (jpg)