PAYAKUMBUH/50 KOTA

Stroke Tak Jadi Penghalang, Yusniar Pulih Berkat Dukungan Program JKN

3
×

Stroke Tak Jadi Penghalang, Yusniar Pulih Berkat Dukungan Program JKN

Sebarkan artikel ini
Yusniar

PAYAKUMBUH, METRO –Serangan stroke bisa datang secara tiba-tiba dan mengubah hidup seseorang dalam sekejap. Namun, bagi Yusniar (79), ibu rumah tangga asal Payakumbuh, mu­sibah itu bukan akhir dari segalanya. Berkat semangat pantang menyerah dan du­kungan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasio­nal (JKN), Yusniar berhasil melewati masa sulit dan kini telah kembali pulih.

Yusniar bercerita segalanya berawal beberapa tahun lalu, ketika Yusniar tiba-tiba merasa lemas di bagian mulut kirinya. Ia tidak menyangka akan me­ngalami kejadian tersebut karena mengira hanya kelelahan akibat pekerjaan rumah tangga.

“Waktu itu di pagi hari, saya baru bangun tidur dan mulut kiri saya terasa kebas, kesemutan, mulut miring sebelah dan membuat saya kesulitan untuk bicara. Saya panik dan meminta bantuan keluarga untuk segera mengantar saya ke rumah sakit terdekat,” kenang Yusniar.

Setibanya di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, dokter memastikan bahwa Yusniar mengalami stroke iskemik ringan, yaitu pe­nyumbatan pembuluh darah di bagian otak.

Kondisi ini membuatnya harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan agar tidak semakin memburuk. Dalam situasi genting tersebut, Yusniar dan keluarga sempat khawatir dengan biaya pengobatan. Namun, kekhawatiran itu sirna ketika petugas rumah sakit memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dapat ditanggung oleh program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. “Alhamdulillah, saya telah terdaftar sebagai peserta JKN di segmen pe­nerima bantuan iuran (PBI) sejak dulu. Jadi sewaktu stroke menyerang, semua pengobatan, obat hingga terapi ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan dan kami sekeluarga sangat bersyukur,” ungkap Yusniar.

Baca Juga  Bakal Dikelola secara Mandiri, Kunjungan ke Batang Agam Meningkat

Setelah melewati masa perawatan di rumah sakit, Yusniar harus menjalani terapi rutin untuk memulihkan fungsi gerak mulutnya. Setiap dua hari sekali selama sebulan, ia datang ke rumah sakit untuk menjalani fisioterapi dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf. “Awalnya saya merasa pesimis karena mulut sulit digerakkan, tetapi dokter dan terapis selalu menyemangati. Kata tim medis, jika rutin dan sabar menjalani terapi, pasti ada kemajuan,” ujar Yusniar.

Benar saja, berkat kete­kunan, dukungan keluarga dan tim medis, Yusniar kini telah sembuh sepenuhnya, seperti sedia kala. “Saya merasa bersyukur sekali setiap kali berhasil melakukan aktivitas dan semakin sadar jika kesehatan itu mahal harganya,” tambah Yusniar. Selama masa pengobatan, Yusniar merasa sangat terbantu oleh pelayanan tenaga medis yang ramah dan profesional. Ia mengakui bahwa petugas rumah sakit maupun pus­kesmas selalu memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan peserta JKN dengan pasien umum. “Perawatnya sabar, dokter selalu menjelaskan dengan jelas. Saya merasa diperhatikan dan tidak pernah me­rasa diabaikan, terima kasih kepada semua tenaga kesehatan,” ucap Yusniar.

Yusniar bertekad untuk menjaga kesehatannya de­ngan rutin berolahraga ri­ngan, mengatur pola makan, dan rajin memeriksa tekanan darah. Ia juga aktif me­ngajak tetangga dan teman-temannya untuk men­daftar sebagai peserta JKN. “Saya sudah merasakan sendiri manfaatnya dan ja­ngan tunggu sakit dahulu baru mendaftar di BPJS Kesehatan. Dengan menjadi peserta JKN, kita bisa te­nang karena sudah punya perlindungan kesehatan sejak dini,” pesan Yusniar.

Baca Juga  Distribusikan Surat Suara ke TPS, KPU Payakumbuh Gunakan 17 Truk

Baginya, stroke bukan akhir dari kehidupan, melainkan awal dari babak baru untuk lebih menghargai kesehatan dan pentingnya gotong royong dalam menjaga sesama. Ia berharap, masyarakat lainnya dapat memahami pentingnya makna gotong royong ini. “Kalau bukan karena program JKN, mungkin saya tidak bisa berbicara normal seperti sekarang. Terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah membantu kami agar bisa berobat gratis,” tutup Yusniar.

Kepala Puskesmas Pa­yolansek, tempat Yusniar menjalani kontrol rutin, Fadly Ahmadi, menjelaskan bahwa pasien yang pernah mengalami stroke, seperti Yusniar memerlukan pendampingan dan perhatian khusus jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini dengn skrining riwayat kesehatan, kontrol tekanan darah, serta menjaga pola hidup sehat untuk mencegah stroke berulang, salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

“Kami bersyukur karena BPJS Kesehatan telah menyediakan program Prolanis untuk memudahkan pasien, seperti Ibu Yusniar dalam mendapatkan perawatan berkelanjutan. Tanpa program JKN juga, mungkin banyak pasien yang kesulitan melanjutkan terapi karena kendala biaya,” kata Fadly. (uus)