DHARMASRAYA, METRO–Mantan Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait video dirinya yang viral di media sosial saat diamankan warga di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Dalam keterangan resminya, Adi membenarkan bahwa sosok dengan inisial AG dalam video tersebut memang dirinya, namun ia menegaskan bahwa isi narasi yang beredar, termasuk tuduhan bahwa dirinya seorang homo, tidak benar sama sekali.
“Saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang diberitakan dalam video tersebut. Tuduhan itu tidak benar dan sangat merugikan nama baik saya serta keluarga,” ujar Adi Gunawan.
Adi menjelaskan, peristiwa tersebut muncul akibat kesalahpahaman dan provokasi dari pihak tertentu yang kemudian menyebarkan rekaman tanpa izin dan tanpa konteks sebenarnya.
“Saya meminta masyarakat Dharmasraya khususnya dan warga Sumatra Barat (Sumbar) umumnya, untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya serta kebenarannya. Saya berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menanggapi video atau narasi yang beredar tanpa dasar yang kuat,” katanya.
Selain pernah menjabat sebagai anggota DPRD Dharmasraya, Adi Gunawan saat ini juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Dharmasraya terpilih. Ia menegaskan akan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah tersebut.
“Semoga kebenaran segera terungkap dan keadilan ditegakkan. Terima kasih atas doa dan dukungan dari keluarga, anak-istri, sahabat, masyarakat, serta teman-teman media di mana pun berada. Semoga kebenaran segera terungkap dan keadilan ditegakkan,” tutupnya.
Sebelumnya, heboh video seorang pria yang diduga mantan Bupati Dharmasraya periode 2010-2015, berinisial AG diamankan sejumlah warga di Kota Padang. AG diamankan karena kabur setelah ribut dengan seorang pria di dalam kamar penginapan di Jalan Gajah, Kelurahan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara.
Bahkan sejumlah warga menduga pria tersebut penyuka sesama jenis dan sempat melakukan pemesanan melalui jasa Open BO. Rekaman tersebut kemudian tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, sehingga menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik itu, terlihat AG dipegang oleh dua orang. Warga lain ikut melakukan interogasi kepadanya. “Orang homo, orang homo, ketangkap, ketangkap,” kata warga yang mem-videokan.
“Kamu akui kesalahan kamu? Ada tuhan kamu atau tidak? Kamu kurung dia, ya. Bawa aja dia ke polsek, bertanggung jawab kamu atas kesalahan kamu, ya. Kalau tidak salah kamu, tidak bakalan takut kamu,” ucap warga menginterogasi, kalimat ini sudah diartikan dalam bahasa Indonesia.
Warga tersebut juga menjelaskan bahwa pria yang diamankan itu telah melakukan open BO dengan sesama laki-laki.
“Open BO. Disuruhnya orang datang ke OYO itu, dikurungnya di dalam kamar. Laki sama laki,” ujar warga itu. (brm)





