BERITA UTAMA

NasDem Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

0
×

NasDem Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN— Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat (kiri) bersama Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat saat memberikan keterangan pers.

JAKARTA, METRO–Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Laiskodat mendukung rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto, karena pertimbangan jejak sejarah serta kontribusinya terhadap pem­bangunan bangsa.

Menurut dia, setiap to­koh bangsa memiliki jejak pengabdian yang patut diapresiasi. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi masyarakat untuk melihat rencana ini secara arif dan tidak terjebak pada penilaian yang sempit.

“Dalam konteks itu, kita perlu menilai secara objektif peran Presiden Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi dan menjaga stabilitas nasional,” kata Viktor di Jakarta, Kamis (30/10).

Baca Juga  Sehari, 3 Pengedar Sabu Digulung Tim Rajawali Satresnarkoba Polresta Pa­dang

Dia mengungkapkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang arif dalam menghargai pengabdian dan kontribusi tokoh terhadap bangsa dan negara. Setiap era, kata dia, memiliki tantangan dan keputusan besar yang diambil demi keberlangsungan negara.

Pada masa kepemimpinan Soeharto, menurut dia, Indonesia mampu mencapai sejumlah kemajuan signifikan di sektor eko­nomi, infrastruktur, dan pendidikan. Namun, dia juga mengakui bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna.

“Setiap masa memiliki kelebihan dan kekurangannya. Yang penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari masa lalu untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan hari ini,” kata dia.

Baca Juga  Pengedar Digerebek saat Tunggu Pelanggan di Warung, 25 Paket Sabu Disita Polisi

Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa penetapan gelar pahlawan harus me­lalui pertimbangan komprehensif, bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga moral, historis, dan kontribusi nyata terhadap bangsa.

Ia berharap, proses itu menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat rekonsiliasi sejarah dan menumbuhkan semangat kebangsaan yang inklusif.

“Kita perlu memandang masa lalu sebagai cer­min. Dari sana, kita bisa melangkah dengan lebih de­wasa dalam membangun masa depan,” pung­kasnya. (jpg)