METRO PADANG

Mulyadi Muslim Soroti Kasus Perceraian ASN Padang, Tepuk Sakinah Hanya Seremonial, Harus Ada Penguatan Agama

1
×

Mulyadi Muslim Soroti Kasus Perceraian ASN Padang, Tepuk Sakinah Hanya Seremonial, Harus Ada Penguatan Agama

Sebarkan artikel ini
Mulyadi Muslim

AIA PACAH, METRO–Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Ketua DPD PKS Kota Padang, Mulyadi Muslim, me­nyo­roti meningkatnya angka perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di ling­kungan Pemko Padang. Ia menilai fenomena ini perlu disikapi serius karena menyangkut ketahanan keluarga dan keteladanan ASN di tengah masya­rakat.

“Ini bukan sekadar urusan pribadi. ASN itu panutan di lingkungan sosialnya. Kalau kasus perceraian meningkat, berarti ada yang tidak be­res dalam pembinaan rohani dan mental ASN kita,” kata Mulyadi, Kamis (30/10).

Sepanjang 2025, tercatat 15 kasus perceraian ASN di Padang. Jumlah ini me­ningkat dibanding ta­hun sebelumnya yang ha­nya 11 kasus. Sebagian besar pengajuan berasal dari ASN perempuan, terutama tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan pegawai teknis.

Menurut Mulyadi, program pembinaan seperti “Tepuk Sakinah” yang digagas pemerintah belum cukup efektif menekan angka perceraian.

Tepuk Sakinah diketahui digagas Kementerian Agama (Kemenag) melalui program Bimbingan Per­ka­winan (Bimwin) untuk para calon pengantin. Inisiatif ini bertujuan menjadikan materi bimbingan pernikahan lebih ringan dan mudah dipahami, terutama bagi ge­nerasi Z, melalui gerakan sederhana yang berisi pesan-pesan penting untuk membangun keluarga sakinah

Baca Juga  Beredar Rekaman Aksi Tawuran Pelajar 1 Agustus di Kota Padang

“Program seperti itu bagus untuk sosialisasi, tapi jangan berhenti di tepuk tangan dan jargon. Harus ada pembinaan nya­ta, pendampingan psi­kologis, dan penguatan nilai agama,” tegasnya.

Mulyadi juga mendorong BKPSDM bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar lebih aktif me­lakukan konseling keluarga ASN sebelum masalah be­ru­jung pada perceraian.

“Kalau pemerintah ha­nya bergerak setelah perceraian terjadi, itu terlambat. Harus ada langkah pencegahan sejak awal,” ujarnya.  (*)