SOLOK, METRO–Menjadi narasumber dalam seminar Sumbar Ekspo 2025 Komoditi Ekspor, Bupati Solok, Jon Firman Pandu menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian dan mendorong investasi produktif. Hal ini sebagai strategi utama mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah Kabupaten Solok.
Bagi Jon Firman Pandu, seminar yang mengangkat tema komoditi ekspor unggulan daerah ini selaras dengan apa yang tengah diupayakan pemerintah Kabupaten Solok.
Saat ini pengembangan komoditi ekspor menurutnya menjadi salah satu fokus penting Pemerintah Kabupaten Solok dan sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Komoditi ekspor ini nantinya akan menjadi ruang bagi kami di pemerintah daerah, sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Dalam forum itu, Jon Firman Pandu memaparkan kondisi daerah Kabupaten Solok yang memiliki keunikan geografis. Karena terdiri dari kawasan dengan suhu panas dan kawasan dengan suhu dingin. Ini yang menjadikan daerah Kabupaten Solok memiliki beragam produk unggulan.
Dan kondisi itu pula menjadikan daerah Kabupaten Solok memiliki banyak potensi alam yang seharusnya membawa masyarakat dan daerah ke arah sejahtera. Jon Firman Pandu menyadari betul begitu banyak potensi yang harus dikelola.
Bahkan Kabupaten Solok memiliki berbagai komoditi potensial, mulai dari sayuran holtikultura hingga tanaman jangka panjang. Dan komoditi ekspor utama yakni bawang merah, yang produksinya kini menempati peringkat kedua terbesar di Indonesia.
Tidak saja komoditi bawang merah, kopi asal Kabupaten Solok juga menjadi salah satu komoditas unggulan yang sedang dikembangkan dan telah dikenal luas di tingkat nasional.
Komoditas kopi Solok, juga telah dikenal sejak masa kolonial Belanda. Saat ini, Kabupaten Solok mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan 2.000 hektare lahan kopi, termasuk 1.050 hektare kebun kopi lama di Junjung Sirih.
“Kopi Rimbo Ulu Paninggahan misalnya, sudah ada sejak zaman Belanda dan dulunya merupakan kawasan hutan. Berkat kerja sama pemerintah nagari dan kabupaten, kawasan ini kini sudah keluar dari status hutan seluas 1.050 hektar,” jelasnya.
Jon Firman Pandu juga memparkan strateginya dalam mengelola dan pemanfaatan potensi yang ada untuk kemakmuran masyarakat dan kemajuan daerah.
Namun lanjutnya, pemerintah daerah juga berharap adanya komitmen pemerintahan pusat seperti dalam mendukung pengembangan kopi Paninggahan. Kopi ini sudah memiliki nilai sejarah dan potensi besar. Dengan komoditi Kopi ini jelas akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan daerah Kabupaten Solok pada umumnya.
“Potensi kopi Solok sangat tinggi, tapi tantangannya ada pada daya saing. Kalau ingin masuk pasar nasional bahkan global, maka harus disiapkan dari hulu ke hilir, mulai dari kualitas budidaya, sertifikasi, hingga strategi branding,” jelasnya.
Menurut Jon Firman Pandu, kopi bukan sekadar tanaman, tapi produk budaya dan ekonomi. Untuk itu harus didorong para petani milenial untuk belajar dan terlibat, karena masa depan kopi ada di tangan mereka. (***)Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa Wahyu merupakan pelaku pencurian dengan cara mencongkel rumah milik korban berinisial E di kawasan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah.
“Pelaku ini sudah kami incar sejak beberapa hari terakhir. Ia melakukan pencurian dengan modus mencongkel pintu rumah korban saat rumah dalam keadaan kosong,” kata Kompol M Yasin, Selasa (28/10).
Dijelaskan Kompol M Yasin, dari hasil penyelidikan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang kuat mengarah kepada pelaku. Setelah dilakukan pengintaian, tim akhirnya berhasil meringkus Wahyu tanpa perlawanan di kawasan Indarung.
“Pelaku berhasil kami amankan ketika akan melarikan diri ke luar kota dan sedang menunggu mobol angkutan umum. Saat ini pelaku sudah dibawa ke Mapolresta Padang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Kompol M. Yasin.
Selain mengamankan pelaku, kata Kompol M Yasin, pihaknya juga menyita berbagai barang bukti hasil curian serta alat yang digunakan untuk mencongkel rumah korban. Barang bukti tersebut kini diamankan di Polresta Padang.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Kuat dugaan kami, pelaku Wahyu terlibat dalam beberapa kasus pencurian dengan modus serupa di wilayah hukum Polresta Padang,” tutupnya. (*)






