PESSEL METRO–Buntut aksi unjuk rasa dikakukan ratusan masyarakat di dua kecamatan, yakni Pancung Soal dan Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan menuntut hak plasma 20 % dari PT. Incasi Raya Group Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (22/10), kemarin akses keluar masuk kendaraan truk pengakut TBS ke lokasi pabrik diputus.
Dengan menggunakan alat berat, ratusan masyarakat Inderapura memutus akses keluar masuk truk pengangkut TBS. Lubang sedalam hampir 1 meter dan lebar setengah meter digali menggunakan alat berat. Hanya roda dua bisa melintas, kegiatan masyarakat.
Koordinator aksi Lucky Andesco mengatakan, aksi ini bentuk nyata dan keseriusan masyarakat Inderapura untuk mendapatkan hak atas plama 20 % dari HGU yang ada di PT. Incasi Raya Group, Kabupaten Pesisir Selatan.
Disampaikan Lucky, pertemuan dimediasi oleh pihak Polres Pessel dengan pihak perusahaan kemarin berakhir tanpa ada kejelasan, hanya satu permintaan masyarakat yaitu berikan hak masyarakat Inderapura 20 % plasma. Karena pihak perusahan wajib menyerakan lahan plasma 20 % pada masyarakat, dan itu diatur dalam Undang – Undang. “Kita ingin jawaban nyata, tegas dan tidak berbelit – belit dari pihak perusahaan. Namun, jawaban itu tidak ada. Makanya kita istirahatkan juga akfititas kegiatan bongkar muat di sawit di Pabrik,” tegas Lucky, pada Posmetro, Selasa 28/10.
Lucky menuturkan, tuntutan aspirasi ini bukan ada kepentingan pribadi atau kelompok, ini kepentingan masyarakat banyak. Ini murni dari hati yang paling dalam keinginan masyarakat Inderapura. Sampai belum terwujud kan aspirasi masyarakat Inderapura oleh pihak perusahaan di berikan.
Aksi tuntutan ini bukan isapan jempol ataupun omon – omon semata, Lucky memastikan akan terus berjuang sampai kapanpun, “ sambungnya. “ Penutupan akses ini untuk kendaraan roda empat truk pengangkut sawit, namun kita tetap perhatikan akfitas kegiatan masyarakat sekitar,” ungkap Lucky.
Sementara itu, saat pertemuan antara pihak perusahaan dengan perwakilan pengunjuk rasa, pihak Pimpinan PT. Incasi Raya Group Kabupaten Pesisir Selatan M. Adril menyampaikan, bahwa tuntutan dan aspirasi dari masyarakat Inderapura telah didengar, untuk disampaikan pada pimpinan perusahaan lebih tinggi.
“Kita mintak waktu dan kesabaran dari masyarakat Inderapura , pernasalahan ini akan kita sampaikan ke pimpinan tertinggi. Kita juga berharap, dan bermohon agar aktifitas pabrik bisa berjalan seperti biasa,” ujar M. Adril. Mendengar jawaban pihak perusahaan, perwakilan masyarakat Inderapura cukup kecewa dan keluar dari ruang rapat. Tanpa ada menghasilkan kata sepakat. (rio)






