SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kakankemenag Jadi Pemateri NGOPI, Kupas Mendalam Peta Kebutuhan Lembaga Pendidikan Islam

0
×

Kakankemenag Jadi Pemateri NGOPI, Kupas Mendalam Peta Kebutuhan Lembaga Pendidikan Islam

Sebarkan artikel ini
PEMATERI— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dedi Wandra, saat menjadi salah satu pemateri dalam Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) yang digelar di ZHM Premiere Hotel, Padang.

SAWAHLUNTO, METRO–Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dedi Wandra, menjadi salah satu pemateri dalam Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) yang digelar di ZHM Premiere Hotel, Pa­dang.

Dalam forum yang dihadiri para akademisi, pengelola lembaga pendidikan, dan perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Sumatera Barat itu, Dedi Wandra mengupas secara mendalam peta kebutuhan lembaga pendidikan Islam terhadap lulusan PTKI di era transformasi pendidikan.

Dedi Wandra menyo­ro­ti adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan PTKI dengan kebutuhan nyata lembaga pendidikan Islam di lapangan. Menurutnya, hal ini perlu dijembatani melalui sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, agar lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dan siap terjun ke dunia kerja.

“Perguruan tinggi ke­aga­maan Islam hari ini tidak cukup hanya menghasilkan sarjana dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus memastikan mereka memiliki keterampilan pedagogik, sosial, dan spiritual yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam,” ujar Dedi Wandra.

Ia menekankan, lembaga pendidikan seperti madrasah, pesantren, dan sekolah berbasis Islam kini menuntut sumber da­ya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman — mulai dari penguasaan teknologi pembelajaran digital, hingga kemampuan manajerial dan inovatif dalam mengelola pendidikan karakter.

“Kita tidak boleh lagi menyiapkan lulusan dengan pola lama. Dunia pendidikan Islam sedang bergerak cepat, dan PTKI harus menjadi pusat lahirnya pendidik yang tangguh, moderat, serta mampu menjadi agen perubahan,” tambahnya.

Kegiatan NGOPI yang diinisiasi oleh komunitas akademisi dan pemerhati pendidikan Islam ini bertujuan menjadi wadah diskusi santai namun bernas dalam menggagas arah kebijakan pendidikan Islam ke depan.

Dalam suasana yang hangat dan dialogis, para peserta saling bertukar pandangan tentang stra­tegi peningkatan mutu lulusan PTKI agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain Kakankemenag Sawahlunto, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama Sumatera Barat dan pimpinan perguruan tinggi Islam.

Mereka sepakat bahwa dunia pendidikan Islam harus terus beradaptasi, tidak hanya dengan perubahan teknologi, tetapi juga dengan dinamika sosial dan spiritual masya­rakat modern.

“Melalui forum seperti ini, kita berharap lahir sinergi baru antara PTKI dan lembaga pendidikan Islam, agar keberadaan keduanya semakin berdampak bagi kemajuan bangsa,” tutup Dedi Wandra. (pin)