METRO SUMBAR

Sampaikan Proposal pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Padang Panjang Usulkan Pembangunan Rusunawa dan Perbaikan 1.388 RTLH

1
×

Sampaikan Proposal pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Padang Panjang Usulkan Pembangunan Rusunawa dan Perbaikan 1.388 RTLH

Sebarkan artikel ini
Hendri Arnis

PDG. PANJANG, METRO–Pemerintah Kota Padang Panjang terus berupaya menghadirkan hunian layak dan terjang­kau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, secara resmi menyampaikan proposal pembangunan Rumah Su­sun Sewa (Rusunawa) MBR serta bantuan peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan dan Perkotaan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Nasrullah di Jakarta, Rabu (22/10).

Dalam pertemuan tersebut, Hendri memaparkan kondisi eksisting perumahan di Padang Panjang yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk mencapai 63.895 jiwa dengan 19.102 kepala keluarga (KK).

“Ada 1.388 unit rumah tercatat tidak layak huni, tahun ini kita sudah anggarkan perbaikan 121 unit. Namun kebutuhan masih jauh lebih besar. Karena itu, dukungan Pemerintah Pusat sangat kami harapkan agar program ini dapat menjangkau lebih banyak warga,” ujar Hendri.

Baca Juga  Disdagnakerkop Komit Tingkatkan SDM selama Pandemi

Selain bantuan RTLH, Pemko juga mengusulkan pembangunan Rusunawa MBR dengan menyiapkan lahan bersertifikat seluas 20.000 meter persegi di Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat, untuk pembangunan Rusunawa tersebut. “La­han sudah siap dengan desain ramah lingkungan dan aksesibilitas yang baik. Sebanyak 60 calon penghuni juga telah teridentifikasi dan siap menempati setelah pembangunan selesai,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Nasrullah menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen Pemko da­lam mendukung program nasional penyediaan perumahan.

Baca Juga  Dihadapan Taruna, Ka Biro III Administrasi Keprajaan " Junjung Tinggi Adat Istiadat Minang Kabau"

“Usulan dari Padang Panjang ini sangat komprehensif. Sudah dilengkapi dengan data kebutuhan, kesiapan lahan, dan calon penghuni. Insyaa Allah akan kami upayakan masuk prioritas program 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, pem­bangunan perumahan bagi MBR dan perbaikan RTLH menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mem­perkuat ketahanan kota.

Di akhir pertemuan, Hendri menegaskan komitmen Pemko untuk terus berperan aktif dalam pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masya­rakat.

“Hunian yang layak adalah fondasi kesejahteraan keluarga dan bagian dari upaya mewujudkan kota yang inklusif serta ber­keadilan. Dengan duku­ngan Pemerintah Pusat, semoga impian masyarakat untuk memiliki rumah la­yak dapat segera terwujud,” tutupnya. (rmd)