BERITA UTAMA

Hidup Pemuda Pengangguran Berakhir dengan Seutas Tali Plastik, Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur Rumah

0
×

Hidup Pemuda Pengangguran Berakhir dengan Seutas Tali Plastik, Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur Rumah

Sebarkan artikel ini
GANTUG DIRI— Polisi bersama petugas medis mengecek kondisi jenazah pemuda pengangguran yang tewas tergantung di Nagari Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

PESSEL, METRO–Warga Kampung Bukit Putus Dalam, Nagari Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, dihebohkan dengan penemuan mayat pemuda pengangguran yang tergantung di dapur rumah orang tuanya, Rabu (22/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama Mesri Edrison (30) yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap. Saat ditemukan oleh tetangganya, tubuh korban sudah dingin dan kaku tak bernyawa dengan leher terlilit tali plastik yang diikatkan ke kayu atap rumah.

Kuat dugaan korban melakukan aksi bunuh diri karena mengalami depresi. Dugaan itu diperkuat, tidak adanya tanda-tanda luka atau unsur kekerasan pada tubuh korban. Bahkan keluarga korban menyatakan penolakan dilakukan autopsi terhadap jasad korban karena mereka juga meyakini korban bu­nuh diri.

Kapolsek Linggo Sari Baganti, AKP Welly Anoftri membenarkan adanya ak­si bunuh diri tersebut. Me­nurutnya, korban yang ting­gal di Kampung Bukit Pu­tus Dalam,  ditemukan oleh tetangganya, Nawan (70), dalam keadaan tergantung di dapur belakang rumah milik orang tuanya.

“Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ketika saksi Nawan mendatangi rumah korban dan mendapati korban sudah tergantung menggunakan tali plastik sepanjang sekitar dua meter,” kata AKP Wel­ly saat dikonfirmasi warta­wan.

Dijelaskan AKP Welly, saksi Nawan yang ketakutan melihat korban tergantung, berteriak histeris memanggil anggota keluarga, termasuk Rosni (40) yang merupakan bibi korban. Mereka bersama-sa­ma me­nurunkan korban dengan memotong tali ter­sebut.

“Tubuh korban diturunkan oleh keluarga dan warga. Setelah itu, dilaporkan kepada kami. Tim bersama tenaga medis dari Puskesmas Air Haji langsung men­­da­tangi lokasi untuk mengecek kondisi korban. Hasil pemeriksaan, korban memang sudah meninggal dunia,” jelas AKP Welly.

AKP Welly menambahkan, selain mengcek kondisi korban, pihaknya juga me­lakukan olah tempat ke­jadian perkara (TKP) serta meminta keterangan para saksi. Di lokasi, pihak­nya menemukan ba­rang bukti berupa seutas ta­li plas­tik sepanjang sekitar dua me­ter yang digunakan kor­ban.

“Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat gantung diri. Dugaan sementara, korban melakukan aksi bunuh diri karena masalah pribadi dan de­presi,” tegas dia.

Terkait kejadian ini, AKP Welly menyampaikan be­la­sungkawa atas mu­sibah tersebut dan meng­imbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Kami mengharapkan masyarakat bisa saling memperhatikan satu sama lain untuk mencegah hal serupa terjadi. Masyarakat harus peduli jika ada anggota keluarga yang mengalami masalah,” pung­kas­nya. (*)