LAGA sarat gengsi akan tersaji di Estadio Santiago Bernabéu, Kamis (23/10) pukul 02.00 WIB, saat Real Madrid menjamu Juventus pada matchday ketiga fase grup Liga Champions 2025/2026.
Pertandingan ini bukan hanya soal perebutan posisi puncak grup, tetapi juga menjadi panggung bagi Kylian Mbappé yang tengah dalam performa luar biasa.
Penyerang asal Prancis itu tercatat belum berhenti mencetak gol sejak awal September, dengan torehan delapan laga beruntun di semua kompetisi. Dari 9 pertandingan LaLiga, Mbappé sudah mengemas 10 gol, sementara di Liga Champions ia bahkan lebih ganas — 5 gol dari 2 laga, termasuk hattrick ke gawang FC Kairat pada matchday kedua.
Tak heran, publik Bernabéu menantikan aksi lanjutan sang bintang yang kini memimpin daftar top skor di dua kompetisi sekaligus.
“Kami tahu Juventus tim besar, tapi di Bernabéu kami selalu bermain untuk menang,” ujar pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dalam konferensi pers pra-laga.
Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatat tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Xabi Alonso diperkirakan menurunkan formasi 4-2-3-1, dengan Thibaut Courtois kembali mengawal gawang setelah pulih dari cedera panjang.
Empat bek Madrid terdiri dari Federico Valverde, Éder Militão, Raúl Asencio, dan Álvaro Carreras, sementara Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga siap menjaga keseimbangan di lini tengah.
Trio Arda Güler, Franco Mastantuono, dan Vinícius Júnior akan menopang Mbappé di lini depan.
Di sisi lain, Juventus datang dengan kondisi jauh dari ideal. Tim asuhan Igor Tudor gagal menang dalam enam laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kekalahan 0–2 dari tim promosi Como di Serie A akhir pekan lalu.
“Kami perlu membahas secara internal hal-hal yang harus diperbaiki. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Tudor seusai laga melawan Como, dikutip dari laman resmi klub.
Tudor kemungkinan memainkan formasi 3-4-2-1 dengan Michele Di Gregorio di bawah mistar, disokong trio bek Federico Gatti, Daniele Rugani, dan Lloyd Kelly.
Di lini tengah, Manuel Locatelli dan Khéphren Thuram akan berduet, sementara Kenan Yýldýz dan Francisco Conceição mendukung Jonathan David sebagai ujung tombak.
Secara taktik, Real Madrid diprediksi akan mendominasi permainan melalui serangan cepat dari sisi sayap, sedangkan Juventus bakal mengandalkan disiplin bertahan dan serangan balik cepat.
Melihat tren performa dan kualitas skuad, Real Madrid lebih diunggulkan. Kombinasi kecepatan Vinícius dan ketajaman Mbappé diyakini mampu menekan Juventus sejak awal laga.
Namun, jika Bianconeri mampu bertahan rapat di babak pertama dan memanfaatkan bola mati, peluang mencuri poin di Bernabéu tetap terbuka.
Semua mata akan tertuju pada Kylian Mbappé — apakah ia mampu memperpanjang rekor gol beruntunnya menjadi sembilan pertandingan sekaligus mengantarkan Madrid mempertahankan posisi puncak grup. (*/rom)





