KUDUS, METRO–Kontingen Sumatera Barat kembali menunjukkan tajinya di ajang PON Beladiri 2025 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, Senin (20/10/2025). Dari cabang olahraga sambo, dua atlet kebanggaan Ranah Minang sukses menambah perolehan medali.
Dua medali perunggu berhasil dipersembahkan oleh Rahmat Hidayat di kelas 78 kg combat putra dan M. Machio Verdo di kelas 89 kg sport putra. Tambahan tersebut kian memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu daerah dengan tradisi kuat di cabang beladiri.
Sebelumnya, Yusril Mahendra telah mempersembahkan medali emas setelah menaklukkan atlet Kalimantan Timur di final melalui pertarungan dramatis. Sementara itu, Listiana juga menyumbang perunggu di nomor putri, serta satu medali perak dari nomor lainnya turut melengkapi raihan tim.
Dengan hasil terbaru ini, total perolehan medali cabang sambo Sumatera Barat mencapai lima medali: terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Pelatih tim Sambo Sumbar, Hendri Gusman Dharma, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan para atlet yang tampil penuh semangat dan dedikasi.
“Alhamdulillah, anak-anak tampil luar biasa. Kami bangga dengan semangat mereka. Semoga besok masih ada tambahan medali lagi untuk Sumbar,” ujar Hendri penuh harap.
Namun, di balik gemerlap prestasi tersebut, tersimpan kisah inspiratif dari perjalanan panjang tim Sambo Sumbar menuju PON. Bukannya memilih jalur udara, Hendri justru mengambil keputusan berani untuk menempuh perjalanan darat dari Sumatera Barat ke Jawa Tengah.
Perjalanan yang melelahkan itu diubah menjadi sarana pembentukan mental dan kebersamaan tim. Hendri menanamkan konsep “Sport Tourism”, agar para atlet tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga menikmati perjalanan sebagai bagian dari proses.
Sepanjang rute panjang melewati Palembang hingga Jakarta, para atlet memanfaatkan waktu singgah untuk beradaptasi dan menenangkan diri sebelum berlaga. Hasilnya terasa nyata — mereka tampil tangguh, solid, dan bermental baja saat menghadapi lawan di arena.
“Perjalanan darat ini kami jadikan latihan mental. Mereka belajar menikmati setiap proses, bukan hanya hasil. Dan itu terbukti berdampak positif di pertandingan,” ungkap Hendri.
Semangat, disiplin, dan strategi unik itu kini berbuah hasil manis. Sambo Sumbar bukan hanya membawa pulang medali, tetapi juga memperlihatkan bagaimana filosofi perjuangan dan kebersamaan bisa menjadi kunci kesuksesan di arena PON. (rom)






