BERITA UTAMA

Bupati Solsel Dua Kali Dipanggil KPK, Diduga Terkait Korupsi Dinas PU, Rumah Digeledah

0
×

Bupati Solsel Dua Kali Dipanggil KPK, Diduga Terkait Korupsi Dinas PU, Rumah Digeledah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Sekitar lima atau enam orang yang diduga merupakan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendatangi rumah Bupati Solok Selatan (Solsel), Muzni Zakaria yang berlokasi di Jalan Tanjung Karang nomor 12, Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/4).
Berdasarkan informasi dari Teguh (26) salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah Bupati Solsel tersebut mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB dia melihat dua orang memakai rompi KPK memasuki rumah tersebut beserta dengan dua orang personel kepolisian.
”Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB saat saya sedang menjaga warung tiba-tiba melihat dua orang memakai rompi KPK serta dua orang polisi keluar dari sebuah mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut. Setelah itu pintu rumah serta pagar rumahnya langsung di tutup,” ujar Teguh.
Dikatakan Teguh, biasanya rumah tersebut sering terlihat kosong, dan hanya sekali dalam seminggu dia melihat Bupati Solok Selatan tersebut datang kerumah. “Rumah tersebut memang benar rumah Muzni Zakari, namun Ia datang ke rumah ini hanya sekali dalam seminggu, jadi Saya kurang mengetahui kegiatan Beliau sehari-harinya,” ucap Teguh.
Dari pantauan koran ini di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB terlihat satu mobil Toyota Kijang Inova BA 1554 AY, beserta di dalam pekarangan rumah, ada satu mobil dinas pelat merah dengan nomor polisi BA 1556 Y merek Toyota Innova Venturer.
Belum diketahui yang dilakukan oleh lembaga Anti Rasuah itu berkaitan dengan persoalan apa. Karenakan tidak ada satupun dari pihak KPK RI maupun dari pihak Muzni Zakaria yang bisa di mintai keterangan.
Sekitar pukul 12.00 WIB terlihat lima orang keluar dari rumah tersebut. Mereka langsung menaiki sebuah mobil bernomor polisi BA 1554 AY, yang sebelumnya telah terparkir di halaman rumah tersebut dengan keadaan pagar rumah terkunci, sehingga tidak ada satupun dari awak media yang bisa masuk ke dalam.
Sebelum memasuki mobil, juga terlihat mereka keluar dari rumah tersebut dengan membawa dua koper diduga berisi dokumen yang dibawa dari rumah tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam mobil dan selanjutnya meninggalkan lokasi tersebut.
Dipanggil KPK
Sementara itu melalui Kabag Humas Pemkab Solsel Firdaus Firman, Muzni mengakui terkait ada penggeledahan itu. Katanya, saat penggeledahan pagi dia sedang berdinasi di Jakarta. “Benar ada penggeledahan. Tapi apa pemasalahan sebenarnya saya juga belum tahu,” kata Muzni.
Muzni juga menyebut pernah dipanggil KPK beberapa waktu lalu.
“Sebelumnya saya memang pernah dipanggil KPK dua kali. 27 Januari dan 11 Februari 2019 terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi tentang pengadaan barang dan jasa pada Dinas PU Solsel. Dalam hal menerima hadiah atau janji. Sehabis itu diam, belum ada panggilan. Ya tiba-tiba saja tadi pagi ada kejadian,” kata Muzni.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar AKBP Juda Nusa Putra mengatakan pihaknya tidak mendapatkan informasi tersebut. Pasalnya KPK bergerak secara independen sehingga tidak perlu berkoordinasi dengan Polda Sumbar dalam hal kegiatan mereka. Biasanya polisi dalam hal ini hanya back up pengamanan dari Polresta Padang,
”Tidak ada koordinasi dengan kita. Kecuali kalau ada pemeriksaan dia meminta dukungan bantuan, kita sediakan tempat di Polda. Sampai saat ini tidak ada dibawa ke polda. Kalau di bawa ke Polda pasti menghubungi kami,” ungkap Juda.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan tim KPK menggeledah rumah Bupati Solsel, Muzni Zakaria. ”Benar ada kegiatan penggeledahan oleh tim KPK,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis. Menurut Febri, tim saat ini masih bergerak di lapangan untuk melakukan sejumlah kegiatan tertentu yang dibutuhkan.
Febri memastikan, penggeledahan ini untuk kepentingan penyidikan baru yang sedang dilakukan oleh KPK. ”Prosesnya tentu sudah di tingkat penyidikan. Namun karena tim masih bekerja di lapangan, nanti informasi lebih lengkap terkait perkara dan tersangkanya akan disampaikan menyusul,” kata dia. (r/rgr)