METRO PADANG

Rumah Buruh Lepas Rusak Berat Dihantam Puting Beliung, Cuaca Buruk, Pohon Tumbang Timpang Bengkel

1
×

Rumah Buruh Lepas Rusak Berat Dihantam Puting Beliung, Cuaca Buruk, Pohon Tumbang Timpang Bengkel

Sebarkan artikel ini
TIDAK BISA DITEMPATI LAGI— Rumah seorang buruh harian lepas rusak berat dan tak bisa ditempati lagi akibat dihantam angin puiting beliung, Jumat (17/10) malam. Sementara, Minggu (19/10), angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan merusak bengkel di depan shelter Ulak Karang.

PADANG, METRO–Angin puting beliung melanda kawasan Ulak Karang Selatan, Kota Padang, Jumat (17/10) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu merusak dua unit rumah warga dan menimbulkan kerugian material jutaan rupiah.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, peristiwa ini terjadi di Jalan Bahari II RT 02 dan RT 03 RW 03, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Dua rumah yang mengalami kerusakan serius adalah milik Ideal Hasyim (46), seorang buruh harian lepas, dan Djoni Anwar (74), seorang pensiunan.

Bagian atap kedua rumah tersebut terlepas akibat terjangan angin kuat. Rumah Ideal Hasyim di Jalan Bahari No. 68 B RT 02 RW 03, serta rumah Djoni Anwar di RT 03 RW 03, mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak bisa langsung ditempati.

Kepala BPBD Kota Pa­dang, Hendri Zulviton, me­ngatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk meninjau lokasi tidak lama setelah kejadian dilaporkan.

Baca Juga  Polres Mentawai Bongkar Mafia BBM Pertalite, 1.400 Liter Disita, Sopir dan Pemilik Ditangkap

“Kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai jutaan rupiah. Tim kami segera turun untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan awal kepada korban,” ujar Hendri dalam keterangannya, Sabtu (18/10).

Bantuan darurat yang diberikan berupa terpal untuk menutup bagian atap rumah yang rusak agar tidak terjadi kerusakan lanjutan akibat hujan dan angin susulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga tetap memiliki tempat berlindung sementara sambil menunggu perbaikan lebih lanjut.

Selain dari BPBD, proses penanganan turut melibatkan unsur kelurahan, RT, RW, serta warga sekitar. Mereka bersama-sama melakukan gotong royong membantu mengevakuasi ba­rang-barang dan mem­per­­baiki bagian rumah yang rusak ringan.

BPBD Padang memastikan proses pemulihan dan penyaluran bantuan ba­gi warga terdampak akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih. Hendri Zulviton juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat perubahan cua­ca yang tidak menentu be­lakangan ini.

Baca Juga  Doni Harsiva Yandra Dilantik sebagai Ketua Ikatan Alumni Ilmu Politik Unand

“Kami mengimbau ma­sya­rakat untuk tidak panik. Jika terjadi peristiwa serupa atau membutuhkan pertolongan, segera laporkan ke kanal resmi BPBD,” ujar Hendri.

Selain itu, pada Minggu (19/10) pagi, pohon jenis dadok dengan panjang sekitar 16 meter dan diameter 65 sentimeter tumbang akibat terpaan angin kencang yang berlokasi di depan shelter Ulak Karang.

“Pohon tumbang menimpa bangunan bengkel milik warga bernama Abdul (50) yang berprofesi sebagai buruh harian lepas. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tim Rescue PB BPBD Kota Pa­dang bersama lurah, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang. (brm)