AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas peluncuran buku autobiografi “Setengah Abad Mengabdi Negeri dan Melayani Masyarakat” karya Aristo Munandar Dt. Bagindo Kayo.
Menurutnya, Aristo merupakan sosok pemimpin yang patut dijadikan teladan, baik dalam hal kepemimpinan, pengabdian, maupun spiritualitas.
“Pak Aristo adalah pemimpin yang tidak pernah membeda-bedakan siapapun. Beliau mampu merangkul semua kalangan, dan selalu menerima setiap orang dengan hati terbuka,” ujar Bupati Benni usai menghadiri peluncuran dan bedah buku tersebut di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Jumat (17/10).
Bupati Benni menilai, keteladanan Aristo Munandar menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangkitkan kembali semangat pengabdian kepada daerah.
“Apa yang dilakukan Pak Aristo menjadi dorongan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk mambangkik batang tarandam—membangkitkan potensi yang lama terpendam,” ungkapnya.
Menurutnya, sosok Aristo merupakan figur lengkap yang mencerminkan nilai-nilai tali tigo sapilin dan tungku tigo sajarangan—pemimpin yang menyatukan peran sebagai niniak mamak, cadiak pandai, dan pribadi yang religius.
“Beliau bukan hanya seorang birokrat, tapi juga tokoh adat dan masyarakat yang menjiwai nilai spiritual tinggi. Semua niat dan tindakannya dilandasi semangat pengabdian dan keikhlasan untuk beramal,” tambah Bupati Benni.
Ia berharap, semangat dan nilai-nilai kepemimpinan Aristo Munandar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Agam dan Sumatera Barat.
“Sosok seperti Pak Aristo menjadi model nyata seorang pemimpin sejati—yang berbuat dengan niat tulus, ikhlas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutupnya.
Peluncuran dan bedah buku “Setengah Abad Mengabdi Negeri dan Melayani Masyarakat” turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, SE, M.Com, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh makna, karena buku tersebut tidak sekadar menceritakan perjalanan hidup Aristo Munandar, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kejujuran, dedikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Aristo Munandar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses penulisan buku tersebut. Ia secara khusus mengungkapkan penghargaan kepada sang istri tercinta, Wartati, yang telah setia mendampinginya selama 48 tahun dalam suka dan duka kehidupan rumah tangga maupun karier pemerintahan.
“Buku ini bukan sekadar catatan hidup saya, tetapi bentuk rasa syukur atas kesempatan yang Allah berikan untuk mengabdi bagi negeri dan melayani masyarakat,” ungkap Aristo dengan haru.
Ia juga berbagi pengalaman selama puluhan tahun berkiprah di dunia pemerintahan dan pelayanan publik, dengan harapan agar kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi para aparatur dan generasi muda untuk bekerja dengan tulus dan penuh tanggung jawab.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut kisah hidup Aristo Munandar sarat dengan pelajaran berharga.
“Pengabdian bukan diukur dari berapa lama seseorang menjabat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ia berikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi menegaskan, buku autobiografi tersebut menjadi warisan moral yang patut dijadikan bahan renungan, terutama bagi para pemimpin muda dan ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Agam Benni Warlis kembali menegaskan bahwa peluncuran buku tersebut merupakan momentum penting untuk meneladani semangat pengabdian seorang Aristo Munandar.
“Buku ini bukti nyata bahwa pengabdian sejati tidak lekang oleh waktu. Semangat beliau menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat bagi negeri,” ujarnya. (pry)





