PDG. PARIAMAN, METRO–Kebakaran hebat melanda SD Negeri 30 Basung, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman, pada Jumat siang (17/10). Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa lantaran siswa dan guru sudah pulang usai menyelesaikan aktivitas belajar mengajar.
Meski begitu, warga sekitar sekolah sempat dibuat panik melihat api yang membesar dan menyebar dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Begitu juga, asap tebal membubung tinggi. Warga tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api dan memilih untuk menjauh.
Tak berselang lama, empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Padangpariaman tiba di lokasi setelah mendapat laporan. Petugas Damkar langsung berjibaku menyemprotkan air tanpa henti ke titik api hingga kebakaran itu bisa dipadamkan.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kebakaran melanda sekolah pada pukul 15.00 WIB dan pihaknya bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api maupun mencegah kebakaran meluas.
“Kita mengerahkan empat armada ke lokasi. Armada itu dari Pos Sungai Limau, Sungai Geringging, Limpato dan Lubuk Alung. Kita mengerahkan sebanyak mungkin armada yang kita punya agar proses pemadaman bisa dilakukan secepat mungkin,” kata Rifki kepada wartawan.
Dijelaskan Rifki, proses pemadaman cukup sulit karena api sempat membesar di beberapa ruangan kelas. Api cepat membesar membakar bagian atap dan meja, bangku yang ada di dalam kelas dan di ruang kepala sekolah. Api pun bisa dipadamkan sekitar pukul 16.50 WIB.
“Yang terbakar ada empat ruang belajar dan satu ruang kepala sekolah. Api pertama kali diketahui oleh warga lalu dilaporkan kepada kami. Kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 1,2 miliar. Sedangkan penyebabnya kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkapnya,” tutur dia.
Sementara itu, berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat api melalap bagian atap dan sejumlah ruang kelas di SDN 30 V Koto Padang Pariaman.
Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang warga menyebut kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Amirul Arief, turut membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan dirinya sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi terkini sekolah.
“Saya sebentar lagi sampai ke lokasi, nanti dikabari. Saya dapat laporan ada ruang kelas dan ruang kepala sekolah yang terbakar. Semoga kebakaran segera dipadamkan dan ruangan lainnya bisa diselamatkan,” tutupnya. (*)






