JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki benang kuning yang kuat dengan karakter kepemimpinan Partai Golkar. Pasalnya, pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki satu tahun pada 20 Oktober 2025.
Hal ini disampaikannya dalam peluncuran buku Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Golkar yang turut mengulas dinamika kepemimpinan nasional setahun terakhir di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10).
“Buku yang kedua itu Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Golkar dengan evaluasi satu tahun kepemimpinan Prabowo. Lalu saya katakan begini, itu relevansinya sangat kuat. Ya kenapa? Karena dengan adanya peluncuran buku ini dijadikan sebagai sebuah momentum untuk melihat bagaimana perjalanan kepemimpinan Prabowo satu tahun ini,” kata Idrus Marham.
Menurut Idrus, dalam diskusi internal yang dilakukan bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, pihaknya melihat adanya kesamaan pola antara kepemimpinan Prabowo dengan karakter partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Dalam diskusi kami dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar kemarin, Bung Bahlil Lahadalia, kami dapat menyimpulkan bahwa ada benang kuning hubungan antara pola kepemimpinan Prabowo dengan apa yang dilakukan oleh Partai Golkar. Apa itu? Bahwa paling tidak ada lima ciri karakter kepemimpinan Prabowo satu tahun ini,” ucap Idrus.
Ia menjelaskan, ciri pertama adalah pendekatan ideologis yang berakar pada falsafah bangsa. Ia menyebut, kepemimpinan Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan berdasarkan falsafah ideologi bangsa Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Idrus menilai, pendekatan ideologis tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat semangat kebangsaan dan solidaritas sosial. “Ini artinya Pak Prabowo sudah mulai kepada hal yang sangat mendasar yang memperkuat asas kebangsaan itu,” ujarnya.
Ciri kedua, lanjut Idrus, adalah pendekatan akademik dan intelektual. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo berjalan secara demokratis.
“Artinya, demokratisasi yang dibangun itu bukan hanya prosedural, tapi substansial ada keadilan, kesetaraan, dan kebijaksanaan dalam setiap keputusan,” tuturnya.
Sementara, ciri ketiga adalah pendekatan sosiologis yang berbasis pada fakta di lapangan. Ia menegaskan, menteri pada Kabinet Merah Putih berani turun ke lapangan dalam menyelesaikan setiap permasalahan rakyat.
“Kebijakan diambil berdasarkan fakta, dan ini juga dilakukan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bung Bahlil. Ada masalah di bidang ESDM, beliau datang ke lapangan untuk melihat langsung supaya kebijakan didasarkan pada realitas,” terang Idrus.
Lebih lanjut, Idrus menjelaskan ciri lainnya, yakni eksekusi cepat dan orientasi kerakyatan. Ia mencontohkan, Bahlil Lahadalia membangun kemandirian bangsa melalui pengelolaan sumber daya alam.
Serta, ciri kelima adalah kerakyatan. Elite Partai Golkar ini menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mendengarkan berbagai permasalahan rakyat yang terjadi belakangan ini. Bahkan, pemerintahan Prabowo-Gibran disebut tengah bekerja keras memenuhi kesejahteraan rakyat melalui swasembada pangan.
“Orientasi kepemimpinan Pak Prabowo adalah kerakyatan, bagaimana menyelesaikan masalah rakyat, memenuhi kebutuhan rakyat, dan memberi harapan masa depan yang lebih baik kepada rakyat,” pungkasnya. (jpg)






