BERITA UTAMA

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Idrus Marham: Ada Benang Kuning dengan Partai Golkar

0
×

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Idrus Marham: Ada Benang Kuning dengan Partai Golkar

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham diwawancarai wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10).

JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Pre­siden Gibran Rakabuming Raka memiliki be­nang kuning yang kuat dengan karakter ke­pemimpinan Partai Golkar. Pasalnya, pe­merintahan Prabowo-Gibran memasuki satu tahun pada 20 Oktober 2025.

Hal ini disampaikannya dalam peluncuran buku Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Gol­kar yang turut mengulas dinamika kepemimpinan nasional setahun terakhir di kantor DPP Partai Gol­kar, Jakarta, Kamis (16/10).

“Buku yang kedua itu Nomadologi Aktor-Aktor Politik Tanpa Ideologi dan Magnet Politik Partai Gol­kar dengan evaluasi satu tahun kepemimpinan Pra­bowo. Lalu saya katakan begini, itu relevansinya sa­ngat kuat. Ya kenapa? Kare­na dengan adanya pelun­curan buku ini dija­dikan se­bagai sebuah momentum untuk melihat ba­gai­mana perjalanan kepe­mimpinan Prabowo satu tahun ini,” kata Idrus Marham.

Menurut Idrus, dalam diskusi internal yang dila­kukan bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, pihaknya melihat adanya kesamaan pola antara kepemimpinan Prabowo dengan karakter partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Dalam diskusi kami dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar kemarin, Bung Bahlil Lahadalia, kami dapat menyimpulkan bah­wa ada benang kuning hubungan antara pola ke­pemimpinan Prabowo de­ngan apa yang dilakukan oleh Partai Gol­kar. Apa itu? Bahwa paling tidak ada lima ciri karakter kepemim­pinan Prabowo satu tahun ini,” ucap Idrus.

Ia menjelaskan, ciri per­tama adalah pendeka­tan ideologis yang berakar pa­da falsafah bangsa. Ia me­nyebut, kepemimpinan Pra­bowo dalam menjalan­kan roda pemerintahan ber­dasarkan falsafah ideo­logi bangsa Pancasila, Un­dang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tung­gal Ika.

Idrus menilai, pend­e­katan ideologis tersebut menjadi dasar penting un­tuk memperkuat sema­ngat kebangsaan dan soli­daritas sosial. “Ini artinya Pak Pra­bo­­wo sudah mulai kepada hal yang sangat mendasar yang memperkuat asas ke­bangsaan itu,” ujarnya.

Ciri kedua, lanjut Idrus, adalah pendekatan aka­demik dan intelektual. Me­nurutnya, kepemimpinan Prabowo berjalan secara demokratis.

“Artinya, demokrati­sasi yang dibangun itu bukan hanya prosedural, tapi substansial ada keadilan, kesetaraan, dan kebijak­sanaan dalam setiap kepu­tusan,” tuturnya.

Sementara, ciri ketiga adalah pendekatan sosio­logis yang berbasis pada fakta di lapangan. Ia mene­gaskan, menteri pada Ka­binet Merah Putih berani turun ke lapangan dalam menyelesaikan setiap per­masalahan rakyat.

“Kebijakan diambil ber­dasarkan fakta, dan ini juga dilakukan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bung Bahlil. Ada masalah di bi­dang ESDM, beliau datang ke lapangan untuk melihat langsung supaya kebijakan didasarkan pada realitas,” terang Idrus.

Lebih lanjut, Idrus men­jelaskan ciri lainnya, yakni eksekusi cepat dan orien­tasi kerakyatan. Ia men­contohkan, Bahlil Lahadalia membangun kemandirian bangsa melalui penge­lolaan sumber daya alam.

Serta, ciri kelima adalah kerakyatan. Elite Partai Golkar ini menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mende­ngarkan berbagai perma­salahan rakyat yang terjadi belakangan ini. Bahkan, pemerintahan Prabowo-Gibran disebut tengah be­kerja keras memenuhi ke­sejahteraan rakyat melalui swasembada pangan.

“Orientasi kepemimpi­nan Pak Prabowo adalah kerakyatan, bagaimana menyelesaikan masalah rakyat, memenuhi kebu­tuhan rakyat, dan memberi harapan masa depan yang lebih baik kepada rakyat,” pungkasnya. (jpg)