BERITA UTAMA

Dokter Anak Diculik, Dirampok dan Dibuang ke Tong Sampah

1
×

Dokter Anak Diculik, Dirampok dan Dibuang ke Tong Sampah

Sebarkan artikel ini

Dokter Yorva Sayuti dirawat di RS Kampar, Riau.
PADANG, METRO–Peristiwa tragis dialami Dokter Spesialis Anak Prof Dr Yorva Sayuti. Dokter kenamaan di Kota Padang itu diculik oleh orang yang diduga dikenalnya. Tak hanya diculik, Dr Yorva juga dirampok.
Uangnya Rp30 juta beserta tabungannya dikuras. Usai dirampok, Dr Yorva Sayuti dibuang di tong sampah yang ada di Dusun II Jalan Baru, Desa Petapahan Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (23/10) pagi.
Aksi kejahatan yang menimpa Dokter Yorva sontak membuat heboh berbagai kalangan. Para dokter hiruk, keluarga pasien yang pernah ditangani Dokter Yorfa juga bersimpati. Pengguna media sosial juga tak kalah kalangkabut, dengan memposting informasi-informasi terkait Dokter Yorva.
Ketika ditemukan oleh warga Dusun II Jalan Baru, Dokter Yorva kelihatan linglung. Wajah dokter berusia 73 tahun itu kelelahan. Pelipisnya juga luka. Dokter yang terkenal dengan keramahannya itu langsung dirujuk ke RSUD Bangkinang untuk mendapat perawatan intensif. Meski demikian, Dokter Yorva masih bisa berbicara dan menceritakan kronologis perampokan yang dialaminya.
“Pelaku kenal dengan anak saya. Wajahnya juga familiar, dan masih saya ingat,” ungkap dokter yang di usia tuanya masih mengabdi di dunia kesehatan itu.
Dari video yang diposting akun bernama @uusbustami91 di Youtube, Dokter Yorva yang terlihat tak berbaju dan tidur di atas dipan dorong, menceritakan kronologis awal dia dirampok. Dia dikerumuni banyak orang. Ada juga yang mengusap kepalanya. Dia kelelahan. Matanya terpicing, walau masih bisa bicara.
Semuanya berawal, Kamis (22/10) siang. Persisnya, sewaktu Dokter Yorva baru saja menunaikan shalat. Keluar masjid, Yorva bertemu dengan pelaku yang menggunakan minibus hitam. Salah satu pelaku lalu menyapanya dan bertanya kabar anaknya. ”Pak Endri dimana sekarang pak. Berapa nomor handphone-nya,” ungkap pelaku kepada Dokter Yorva.
Tanpa rasa curiga, Dokter Yorva lalu menyebutkan kalau anaknya di Jakarta. Lalu, pelaku bertanya, berapa nomor handphone anaknya itu. “Berapa nomor handphone,” ucap pelaku kepada korban.
”Lalu saya mengeluarkan handphone mau mencari nomor anak saya untuk dikasih kepada pelaku. Saya kenal dengan wajah pelaku. Dia juga kenal anak saya,” ungkap korban. Salah seorang pelaku, lalu meminta agar sang dokter naik ke atas mobil karena di luar panas. Lalu, dia naik.
”Salah seeorang pelaku menyuruh saya geser ke tengah karena AC hidup. Dari sana saya mulai curiga dan berusaha melompat. Tapi terlambat, saya disekap. Kaki diikat, tangan diikat, kepala diikat, pinggang juga. Kepala saya dipukul,” kata sang dokter.
Setelah itu, Dokter Yorva mengaku tak ingat lagi. Setahunya, dia dibawa jauh-jauh. Kemudian, dia dibuang dan ditemukan oleh warga yang bernama Rosidan beserta anaknya Roni. Penjelasan Rosidan, dia awalnya penasaran ketika melihat ada mobil berbelok di jalur rumahnya. Rosidan dan anaknya melihat mobil itu berhenti. Lalu salah seorang pria tak dikenal keluar.
Dengan gerak-gerik yang mencurigakan, ia langsung membuka pintu sebelah kiri.
Dari rumahnya, Rosidan terus memperhatikan apa yang dilakukan pria tadi. Sontak, warga Dusun II Jalan Baru, Desa Petapahan Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar itu melihat ada sesuatu yang tarik dan dibuang di pinggir jalan. Hanya dalam hitungan menit, mobil tersebut sudah pergi meninggalkan lokasi. Hal ini membuat wanita berusia 38 tahun ini curiga terhadap apa yang dibuangnya tadi. ‘’Wahyu (panggilan anaknya) coba lihat apa yang dibuang orang itu tadi?’’ kata Rosidan kepada putranya. Seketika anak berumur 13 tahun itu bergegas ke tempat kejadian.
Kaget bukan kepalang, ia melihat ada seorang pria terkapar dalam kondisi tak sadarkan diri. Sekuat tenaga, Wahyu berlari ke arah ibunya yang menunggu di rumah. ‘’Mak ada orang yang dibuang. Kayaknya masih hidup,’’ katanya.
Pagi itu juga, Jumat (23/10) sekitar pukul 07.40 WIB, Rosidan memberitahukan kepada tetangga sekitar. Lalu laporannya dilanjutkan ke pihak kepolisian. Seketika warga Desa Petapahan heboh. Mereka melihat pria yang dibuang itu dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Matanya juga ditutup lakban.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan dan olah TKP langsung dilakukan hingga berhasil mengetahui identitas korban. Ternyata ia seorang dokter spesialis anak bernama Prof dr Yorfa Sayuti SpA (K) yang beralamat di Jalan Aur Duri Indah V Nomor 8, Padang Timur, Sumbar. Ia juga diketahui sebagai guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).
Melihat kondisinya lemah, petugas langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Petapahan. Terbatasnya peralatan medis membuat pria berusia 73 tahun itu langsung dirujuk ke RSUD Bangkinang untuk mendapat perawatan intensif.
Kapolsek Tapung Kompol Barzawi didampingi Kanit Reskrim Iptu Asdisyah Mursid, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
”Ada warga melihat korban dibuang. Saat ditemukan korban dalam keadaan lemah. Kaki dan tangan diikat. Mulutnya dilakban,” ujarnya.
Hari itu juga, pihak Polsek Tapung berkoordinasi dengan Polresta Padang. ”Untuk dugaan sementara korban diculik dan dirampok. Setelah menguras harta korban, mereka membuangnya,” tambahnya.
Penyelidikan sementara, pelaku yang menculik dan merampok korban berjumlah empat orang. ”Tapi kita belum bisa bertanya banyak kepada korban, karena dalam keadaan masih lemah,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) RSUD Bangkinang dr Wira Darma mengungkapkan, korban dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. ‘’Karena korban mengalami luka lebam hampir di seluruh tubuh, maka dibawa ke RSUD Arifin Ahmad untuk mendapatkan perawatan itensif. Untuk kemudian dirujuk ke Eka Hospital Pekanbaru,’’ ucapnya.
Pihak keluarga, dilanda kecemasan karena Dokter Yorva tidak pulang semalaman. Apalagi, mobilnya ditemukan di parkiran PJKA belakang RSUP M Djamil Padang. Sang istri lalu melapor ke polisi. Jumat pagi, dia ke bank guna memblokir seluruh rekening Yorva. Dari sana diketahui rekening Yorva sudah terblokir, karena kesalahan dalam menekan pin. “Informasi dari bank, ATM digunakan terakhir di kawasan  Kampar. Dari sana kami coba koordinasikan dengan keluarga di  Kampar. Kebetulan ada kerabat yang polisi,” jelas Mandha, keluarga korban.
Informasi dari salah seorang kerabat korban, selain disekap, uang Rp30 juta milik Dokter Yorva dibawa kabur oleh pelaku. Uang itu sedianya digunakan untuk membayar pajak. Sementara, Kasatreskrim AKP Abdus Syukur, mengatakan, pihaknya juga telah mengetahui kabar penemuan korban di Kampar, Riau. Kabar tersebut, diberitahukan oleh Polsek Tapung.
Setelah  mendapatkan informasi, petugas langsung mendatangi korban ke sana. ”Saya bersama dengan anggota langsung akan mendatangi korban. Setiba di sana, kami akan memintai keterangan dari saksi-saksi  di lokasi dan keterangan korban sendiri,” kata Abdus, menjelang keberangkatan ke Kampar, Riau.
Dia mengatakan, kedatangan tim ke sana guna mengungkap modus  pelaku yang diduga menculik dan membawa kabur korban ke sana. “Mudah-mudahan korban bisa dimintai keterangan, dengan begitu  sedikit banyaknya bisa membantu kami,” katanya.
Abdus juga mengatakan, setelah dimintai keterangan dari korban  dan saksi-saksi di sana, pihaknya bisa memastikan apa motif pelaku dalam dugaan kasus penculikan itu. ”Kami akan buru dan tangkap pelaku. Mohon dukungan dari keluarga dan masyarakat setempat untuk bisa mengungkap kasus ini,” harapnya.
Kini, siapa pelaku pencurian dan penyekapan masih misteri. Polisi diminta untuk mengungkapnya. Satu yang pasti, pelaku kenal dengan anak korban, dan korban juga mengenali wajah pelaku. (ben/hsb)