BERITA UTAMA

Warga Nagari Silaut Gelar Aksi Damai, Desak PT Sukses Jaya Wood Kembalikan Lahan yang Diserobot

3
×

Warga Nagari Silaut Gelar Aksi Damai, Desak PT Sukses Jaya Wood Kembalikan Lahan yang Diserobot

Sebarkan artikel ini
UNJUK RASA— Warga Nagari Silaut melakukan aksi unjuk rasa untuk menyelesaikan sengketa lahan dengan PT Sukses Jaya Wood.

PESSEL METRO–Ratusan warga dari Nagari Silaut, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan,  melakukan aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas sengketa lahan dengan PT Sukses Jaya Wood (SJW).

Dalam aksi tersebut, warga menyuarakan empat tuntutan utama. Mereka men­des­ak pembatalan HGU Nomor 08 Tahun 2013 yang dianggap cacat hukum, me­nun­tut pengembalian hak atas lahan yang diduga diserobot, meminta ganti rugi atas kerugian yang dialami, serta menagih realisasi kebun plasma 20 persen dan program CSR perusahaan.

Koordinator lapangan, Frengky, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai untuk menuntut ke­adilan.

“Kami ingin suara ma­syarakat didengar dan hak kami dikembalikan. Warga tidak menolak investasi, tapi tolong jangan rampas tanah kami,” ujarnya di depan massa aksi.

Aksi berjalan tertib di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian dan TNI. Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Derry Indra me­mimpin langsung pengamanan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Ia juga memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak PT SJW yang diwakili Priono, Manajer Perkebunan, serta Arifin dari bagian ke­amanan perusahaan.

Dalam pertemuan ter­sebut, pihak perusahaan berjanji menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan menyampaikan hasilnya kepada pimpinan pusat. Meski sempat terjadi ketegangan, audiensi berakhir tanpa insiden.

Tokoh masyarakat Silaut, Malur dan Al Jupri, menyampaikan harapan agar perusahaan dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti tuntutan warga.

“Kami ingin persoalan ini selesai secara adil dan damai. Jangan tunggu sampai warga turun lagi dengan jumlah lebih besar,” tegas mereka.

Warga juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian dan TNI yang menjaga keamanan selama aksi berlangsung.

Mereka berharap kepolisian terus berperan sebagai penengah agar pe­nyelesaian konflik antara masyarakat dan perusahaan berjalan transparan dan berkeadilan. (rio)