PESSEL, METRO–Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman mendorong adanya peningkatan fasilitas yang ada di Pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk menyejahterakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, pada saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan TPI Kambang, Kamis (9/10). Pada kesempatan itu, Evi Yandri menyaksikan langsung minimnya fasilitas pendukung yang ada di pelabuhan tersebut.
“Saya ikut prihatin atas keluhan masyarakat nelayan Pesisir Selatan, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. Masyarakat terpaksa membeli harga BBM yang cukup tinggi di atas harga biasa. Dampaknya, banyak kapal dan perahu masyarakat tidak melaut,” kata Evi Yandri.
Dijelaskan Evi Yandri, di pelabuhan ini ada stasiun Pertamina, tapi kuotanya belum bisa memenuhi kebutuhan nelayan. Kemudian ada SPBU nelayan tidak operasional selama ini 3 tahun ini.
“SPBU nelayan tidak beroperasi karena pemilik tidak punya modal besar untuk menjalankannya,” jelas Evi Yandri.
Selain itu, Evi Yandri mengatakan, di pelabuhan ini juga memiliki pabrik es yang usianya sudah tua dan sejak 2 tahun belakangan, tidak aktif lagi terkendala mesin produksi es mengalami rusak berat.
“Sebelumnya ada produksi es sebanyak 200 balok perhari di pabrik ini. Selama masih berproduksi, pabrik es sangat membantu masyarakat nelayan Pessel dalam menjaga kebugaran ikan yang akan dijual,” tutur Evi Yandri.
Menurut Evi Yandri, perbaikan dan pembelian mesin es di Pelabuhan TPI Kambang sudah sepatutnya dilakukan, karena mesin yang ada sudah hampir lakukan termakan usia.
“Kita tentu mengharapkan agar ada nesin baru yang bisa memproduksi balok es lebih banyak lagi. Karena kebutuhan es dari nelayan perhari itu lebih kurang 600 balok dari aktifitas kapal yang ada saat ini,” ujarnya.
Evi Yandri juga menambahkan pengadaan pabrik es itu sebaiknya ada di setiap pelabuhan termasuk lahan Docking dan Kastorit, sehingga pelayanan kegiatan masyarakat nelayan dapat meningkat kesejahteraan mereka lebih baik lagi.
“Ini jadi pemikiran kita juga saat ini, meningkatkan pelayanan sektor pelabuhan dan TPI. Efeknya, kesejahteraan masyarakat nelayan juga meningkat dan tentu juga berdampak akan peningkatan PAD. Namun kondisi keuangan APBD yang cukup pelik hari ini akan menjadi pembahasan pemprov Sumbar bersama DPRD”, jelasnya.
Kepala Dinas Perikan Sumbar Reti Wafda, dalam kesempatan itu juga menyampaikan, masyarakat nelayan TPI Kambang ini amat mengharapkan pelayanan SPBU, Docking, Pabrik Es dan Kastorit kembali ditingkatkan karena kondisi saat ini, BBM mahal dan pengadaan ES yang sulit.
“Kita berharap dukungan Anggota DPRD Sumbar ikut serta memberikan perhatian terutama dalam pengaktifan kembali SPBU yang dikelola Koperasi TPI yang tidak aktif lebih kurang 3 tahun. Kemudian juga perlu perluasan kawasan Docking Kapal karena kondisi saat ini banyak kapal ingin melakukan perbaikan,” ujarnya.
Reti juga mengharapkan dukungan terhadap pengerukan Muara Kambang setiap tahun karena seperti saat ini terjadi pendangkalan.
“Bayak kapal yang berukuran sedang, tidak bisa bersandar di pelabuhan TPI Kambang. Pendangkalan di Muara Kambang juga menjadi masalah. Kita mengharapkan dilakukan pengerukan,” tukasnya. (rgr)






