BERITA UTAMA

Bakar Sampah Berujung Petaka, 19 Rumah Ludes Dilalap si Jago Merah, 140 Jiwa Mengungsi, Kerugian 2 Miliar

0
×

Bakar Sampah Berujung Petaka, 19 Rumah Ludes Dilalap si Jago Merah, 140 Jiwa Mengungsi, Kerugian 2 Miliar

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Belasan rumah di Jalan Pemancungan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, mengalami kebakaran.

PADANG, METRO–Kebakaran hebat melanda kawa­san padat penduduk di Jalan Peman­cungan, Kelurahan Pasa Gadang, Ke­camatan Padang Selatan, Kota Pa­dang, Kamis siang (9/10). Sebanyak 19 unit rumah warga ludes dilalap si jago merah dan menimbulkan kerugian hingga Rp 2 miliar.

Diduga, kebakaran itu dipicu adanya salah satu warga yang melakukan pembakaran sampah lalu menjalar ke bangunan ru­mah-rumah. Warga setem­pat pun dibuat panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari kebakaran tersebut.

Tak berselang lama, beberapa mobil Dinas Pe­ma­dam Kebakaran (Dam­kar) berikut dengan pulu­han personel tiba di lokasi kebakaran. Kondisi jalan yang sempit, membuat petugas dibuat kesulitan menjangkau titik api. Bah­kan petugas harus me­nyambung selang yang panjang agar air bisa di­sem­protkan ke titik api.

Dua jam lebih, petugas Damkar berjibaku hingga akhirnya api berhasil dipa­damkan. Belasan rumah warga yang sebagian be­sar semi permanen, rata de­ngan tanah. Meski begi­tu, dalam musibah kebaka­ran ini tidak ada korban jiwa, tetapi satu orang ter­luka gegara melompat dari lantai 2 rumahnya yang terbakar.

Kasi Operasional Dam­kar Padang, Rinaldi, dalam laporannya mengatakan, pihaknya menerima lapo­ran pukul 10.51 WIB. Ke­mudian, tim segera berge­rak ke lokasi dan tiba pukul 10.57 WIB.

“Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena akses jalan sempit dan padatnya pemukiman warga. Api baru berhasil dipadamkan total sekitar pukul 13.10 WIB. Kebaka­ran ini mengakibatkan 19 rumah rusak berat, dengan kerugian ditaksir 2 miliar,” ujarnya.

Rinaldi menjelaskan, pihaknya sebanyak 15 armada dan 120 personel dikerahkan untuk mema­damkan api. Petugas juga dibantu unsur TNI, Polri, Satpol PP, PLN, PMI.

“Berdasarkan kete­ra­ngan saksi, api berasal dari pembakaran sampah dan kemudian menjalar ke ba­ngunan rumah warga. Un­tuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” tutur Rinaldi.

Rinaldi mengatakan, akibat kebakaran ini se­banyak 28 kepala keluarga dengan 140 jiwa terdam­pak, dengan 19 KK dianta­ranya harus mengungsi. Satu orang mengalami patah tulang akibat melom­pat dari lantai dua rumah untuk menyelamatkan diri dari kepungan api.

“Beruntung dalam keja­dian ini tidak ada korban jiwa. Kemudian yang satu korban yang luka-luka su­dah mendapatkan perawa­tan medis,” ujarnya.

Dirikan Tenda Pengungsian

Pascakebakaran, BPBD Padang langsung bergerak cepat dengan mendirikan tenda darurat berukuran besar sebagai tempat ting­gal sementara bagi para korban yang kehilangan tempat tinggalnya.

“BPBD Padang men­dirikan tenda darurat seba­gai respon cepat bagi war­ga yang rumahnya hangus terbakar,” ujar Kepala BPBD Padang Hendri Zulviton.

Dikatakan Hendri, ten­da sementara tersebut dapat menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Bahkan, BPBD juga siap menambah tenda jika tidak bisa menampung seluruh warga yang ter­dampak.

“Tenda ini akan berdiri sesuai kebutuhan di lapa­ngan. Jika diperlukan, per­sonel siap menambah ten­da tambahan.  Selain ten­da, kami juga menyalurkan perlengkapan keluarga (family kit) untuk mem­bantu korban yang ke­hilangan barang-barang rumah tangga mereka,” ujar Hendri.

Dipicu Bakar Sampah

Sementara itu, Kapol­sek Padang Selatan AKP Yudarman mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari tem­pat pembakaran sampah di salah satu sudut per­mukiman.

“Cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat menjalar dan membakar rumah-rumah di sekitarnya,” ujar AKP Yudarman, Kamis (9/10).

Mengetahui kejadian tersebut, warga berusaha memadamkan api sambil menghubungi Dinas Pe­madam Kebakaran Kota Padang. Sekitar pukul 10.25 WIB, sebanyak 15 unit mo­bil pemadam dikerahkan ke lokasi, dibantu satu unit mobil dari Dit Samapta Polda Sumbar.

“Upaya pemadaman berlangsung dramatis ka­re­na api cepat merambat di tengah permukiman pa­dat. Api baru berhasil dipa­damkan sekitar pukul 13.10 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 19 rumah ludes terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai se­kitar Rp800 juta,” jelas Kapolsek.

AKP Yudarman mene­gas­kan, semua korban me­ru­pakan warga Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, dan seba­gian besar bekerja sebagai buruh harian lepas. Setelah dipadamkan, pihaknya te­lah memasang garis polisi (police line) di lokasi ke­bakaran dan melakukan olah TKP.

“Kami juga membantu menertibkan arus lalu lin­tas, mengamankan area, serta berkoordinasi de­ngan dinas terkait untuk penanganan korban ter­dam­pak. Penyelidikan se­mentara mengindikasi­kan bahwa sumber api berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik,” tutupnya. (brm)