PAYAKUMBUH/50 KOTA

Harga Gambir Anjlok, Pelaku Usaha Dukung Rencana Hilirisasi Menteri Pertanian

2
×

Harga Gambir Anjlok, Pelaku Usaha Dukung Rencana Hilirisasi Menteri Pertanian

Sebarkan artikel ini
KUMPULKAN GAMBIR— Seorang petani gambir di Payakumbuh sedang mengumpulkan gambir ke dalam karung. Saat ini harga jual gambir di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota masih anjlok.

PAYAKUMBUH, METRO  –Masih anjloknya harga jual gambir mendorong pelaku usaha di Kota Pa­yakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian se­gera merealisasikan rencana hilirisasi produk gambir seperti yang di­sampaikan Menteri Pertanian saat berkunjung ke Sumatera Barat baru-baru ini.

Rencana pemerintah pusat untuk melakukan hilirisasi produk gambir di­sambut baik oleh para pe­laku usaha. Pasalnya, harga jual gambir saat ini hanya berkisar antara Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, jauh menurun dibanding beberapa bulan sebelumnya yang bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

Pelaku usaha gambir asal Limapuluh Kota, Sepdi Tito, mengatakan bahwa rencana hilirisasi tersebut diharapkan dapat membawa angin segar bagi petani dan pelaku u­saha gambir. Menurutnya, dengan hilirisasi, produk yang dihasilkan tidak ha­nya berupa gambir beku atau gambir cetak, tetapi dapat diolah menjadi katecin, yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi bahkan bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram.

“Kalau hilirisasi benar-benar terwujud, tentu dam­paknya akan besar terhadap peningkatan pen­dapatan petani maupun pelaku usaha. Rencana ini tentu angin segar bagi petani dan pelaku u­saha Gambir, sebab selama ini harga fluktuatif,” ujar Sepdi Tito, Kamis (9/10) di gudang Gambir miliknya di Kawasan Payakumbuh Utara.

Dengan Hilirisasi, pro­duk yang akan dijual nan­tinya bisa berupa Katecin yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan, kosmetik, tinta, hingga sampo, sehingga nilai ekonominya jauh le­bih besar.

Melalui program hilirisasi ini, Sepdi Tito berharap pemerintah dae­rah, khususnya Kabupa­ten Limapuluh Kota sebagai salah satu daerah penghasil gambir terbesar di Sumatera Barat, dapat segera menindaklanjuti rencana tersebut de­ngan menjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat. “Jika pab­rik pengolahan katecin bisa dibangun di Limapuluh Kota, tentu akan me­ning­katkan pendapatan ma­sya­rakat,” tambahnya. (uus)