METRO PESISIR

Wako Sarankan APBDes Digunakan untuk Pengendalian Hama

0
×

Wako Sarankan APBDes Digunakan untuk Pengendalian Hama

Sebarkan artikel ini
PENGENDALIAN HAMA WERENG— Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengadiri acara gerakan pengendalian hama wereng yang digagas oleh Pemerintah Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengapresiasi gerakan pengendalian hama wereng yang diga­gas oleh Pemerintah Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pa­riaman, kemarin. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa Sungai Pasak ini bisa menjadi contoh bagi desa lainnya.

“Pengendalian hama ini dilakukan untuk me­ngan­tisipasi agar hama wereng tidak menyebar sehingga dapat merugikan para petani kita,” kata Walikota Pariaman, kemarin.

Dirinya berharap seluruh desa wajib menganggarkan dalam APBDes untuk pengendalian hama dan kegiatan kema­sya­ra­katan.

“Kita tidak ingin Pemdes hanya fokus membangun jalan dan irigasi saja namun juga kesejahteraan masyarakat di desanya. Hal ini sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Su­bianto, yang menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib mewujudkan ketahanan pangan di daerahnya masing-masing hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Yota Balad juga menjelaskan, Pemko Pariaman telah melakukan MoU de­ngan Pemprov DKI Jakarta agar hasil panen kita bisa dijual kesana dengan harga yang lebih tinggi. “Se­hingga para petani kita tidak pusing lagi kemana berasnya akan dijual dan tentunya dengan harga yang tinggi,” ujarnya.

Ia meminta para pe­nyuluh pertanian terus mendampingi para petani dengan teknologi yang ada sehingga varietas padi kita bisa berkembang.  “Jika biasanya panen padi dua (2) kali dalam setahun maka bukan tidak mungkin bisa tiga (3) kali dalam setahun,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Marlina Sepa mengatakan, kurang lebih seluas 87 hektare sawah di Desa Sungai Pasak ini. “Kondisi saat ini serangan hama wereng ini sudah sampai ke persawahan warga di desa ini. Oleh sebab itu kita lakukan antisipasi agar tidak menyebar dengan cara melakukan penyemprotan secara me­rata. Kita mengapresiasi tindakan Kepala Desa Sungai Pasak yang secara sigap melakukan gerakan pe­ngendalian hama ini sesegara mungkin,,” terangnya.

Marlina Sepa menyebutkan, yang paling pen­ting itu adalah bagaimana pengolahan tanah yang sempurna, varietas padi yang ditanam harus begiliran dan tahan terhadap hama wereng, tanam secara serentak. “Sistem ra­nam serentak ini salah satu upaya dalam pengendalian hama, jika tidak se­rentak maka hama ini akan pindah kelahan berikutnya,” tambahnya mengakhiri. (efa)