AGAM/BUKITTINGGI

Rahman: Masyarakat Harus Siap dan Waspada Hadapi Potensi Kebakaran

0
×

Rahman: Masyarakat Harus Siap dan Waspada Hadapi Potensi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI BAHAYA KEBAKARAN— Bupati Agam diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rahman, menghadiri kegiatan Sosialisasi, Edukasi, dan Simulasi Pencegahan serta Penanggulangan Bahaya Kebakaran, di Masjid Al Hikmah, Lubuk Basung, Selasa (7/10).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kegiatan Sosialisasi, Edukasi, dan Simulasi Pencegahan serta Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Masjid Al Hikmah, Lubuk Basung, Selasa (7/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ma­syarakat terhadap potensi bahaya keba­karan, baik di lingkungan rumah tangga, fasilitas umum, maupun rumah ibadah.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Agam, Rahman, S.IP, yang hadir mewakili Bupati Agam. Ia menegaskan pentingnya upaya pencegahan dini untuk meminimalisir risiko kebakaran yang bisa mengancam ke­selamatan jiwa dan harta benda masya­rakat.

“Pemerintah daerah terus mendorong berbagai langkah preventif dan edukatif agar ma­syarakat lebih siap dan tanggap terhadap potensi kebakaran di lingkungannya,” ujar Rahman.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, turut hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan berbagai langkah pencegahan dini yang dapat dilakukan oleh masyarakat serta menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan kolektif.

“Aspek kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun budaya aman di tengah ma­sya­rakat,” ungkap Ny. Merry Benni Warlis.

Ia juga menambahkan, kegiatan edukasi seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini agar masyarakat memahami cara bertindak ketika menghadapi situasi darurat.

Selain sesi sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan kebakaran langsung oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Agam.

Masyarakat sekitar, jamaah masjid, dan unsur pemerintahan nagari ikut serta dalam praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan cara evakuasi aman saat terjadi kebakaran.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan tokoh agama dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan kebakaran, terutama di tempat-tempat yang ramai seperti rumah ibadah. (pry)