BERITA UTAMA

Usai Bertemu Pacar, Mahasiswi Ditemukan Tewas Mengapung di Danau Maninjau

0
×

Usai Bertemu Pacar, Mahasiswi Ditemukan Tewas Mengapung di Danau Maninjau

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Polisi bersama warga mengevakuasi jenazah mahasiswi yang mengapung di Danau Maninjau.

AGAM,METRO–Warga Jorong Bancah, Na­gari Maninjau, Kecamatan Tan­jung Raya, Kabupaten Agam, dihebohkan dengan penemuan mayat wanita muda yang me­ngapung di pinggir Danau Manin­jau, Selasa (7/10) pagi sekitar Pukul 07.00 WIB.

Mayat wanita muda itu diketahui bernama De­chania Samura (27) yang merupakan warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Korban lahir pada 13 Mei 1998 di Lubuk Basung, Agam, juga diketahui berstatus mahasiswi di salah satu kampus di Pekanbaru.

Saat ditemukan, korban korban masih dalam kon­disi berpakaian lengkap, termasuk jilbab, jaket, dan kaos kaki. Bahkan, acamata serta kunci motor korban juga masih tergenggam di tangannya. Sedangkan se­peda motor yang digu­na­kan terparkir tak jauh dari lokasi penemuan jenazah.

Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar membe­nar­kan peristiwa itu. Kemu­dian kejadian ini diketahui setelah adanya laporan dari salah satu nelayan Danau Maninjau yang me­lintas di lokasi. Saksi ter­sebut melihat ada jasad wanita yang mengapung hingga diberitahukan ke­pada warga sekitar.

“Mendengar informasi itu kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mela­kukan evakuasi terhadap jenazah. Setelah di eva­kuasi secara bersama-sama pihaknya langsung membawa jenazah ke Pus­kesmas untuk dilakukan visum luar,” kata AKP Mu­zakar.

Dijelaskan AKP Mu­zakar, berdasarkan peme­rik­saan yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda luka aniaya pada tubuh korban. Namun, pihaknya masih terus be­rupaya melakukan penye­lidikan dengan  mengum­pulkan alat bukti dan saksi-saksi di lapangan.

“Untuk sementara je­na­zah korban masih dalam proses pemeriksaan di Pus­kesmas Maninjau, sam­bil menunggu pihak keluarga korban dari Pekanbaru, untuk menjemput jenazah korban, termasuk keluarga di kampung,” tutur AKP Muzakar.

AKP Muzakar menga­ta­kan, berdasarkan kete­rangan dari pacar korban, didapatkan informasi bah­wa sebelum ditemukan meninggal, korban sempat bertemu dengan pacarnya itu di Kota Bukittinggi.

“Korban menggunakan sepeda motor seorang diri dari Pekanbaru dengan tujuan bertemu pacarnya di Bukittinggi. Setelah ber­temu pacarnya, korban pamitan pergi ke rumah neneknya di Kecamatan Tanjung Raya, Agam,” je­las AKP Muzakar.

Bahkan, kata AKP Mu­zakar, sebelum berpisah dengan pacarnya, korban menitipkan tas dan telepon miliknya, lalu berkendara dengan sepeda motor ke Maninjau. Setelah sampai di Maninjau, kekasih kor­ban ini tidak mengetahui lagi informasi pacarnya sam­pai ditemukan te­rapung.

“Dari cerita kekasih korban, bahwa ia memiliki masalah keluarga dan be­ban pikiran lain. Dugaan sementara, korban ini me­ninggal dunia karena bu­nuh diri. Tapi, untuk me­mas­tikannya, kita perlu me­lakukan penyelidikan yang mendalam,” tegas dia.

Selain itu, AKP Muzakar melanjutkan dari informasi dari beberapa saksi di lo­kasi memang melihat salah satu motor yang terparkir di depan masjid. Hanya saja, warga sekitar yang tidak curiga dan mengira ada orang singgah untuk menunaikan ibadah Sholat semenjak pagi sekitar pu­kul 06.00 WIB

“Namun pada sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu nelayan menemukan kor­ban sudah mengapung. Kita juga akan memintai keterangan dari keluarga korban terkait persoalan yang dialami korban,” tu­tup dia. (pry)