BERITA UTAMA

Puluhan Pelajar di Lubuk Basung Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit

1
×

Puluhan Pelajar di Lubuk Basung Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
KERACUNAN— Pelajar di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengalami keracunan usai menyantap MBG menu nasi goreng, dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

AGAM, METRO–Puluhan anak-anak dari lima sekolah di  Lubuk Basung, Kabupaten Agam mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (1/10). Mereka langsung dilarikan ke ru­mah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan pe­rawatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 20 mu­rid mendapat pena­nga­nan di Puskesmas Mang­gopoh, 9 orang dirawat di RSUD Lubukbasung, dan 5 lainnya di RSIA Rizky Bun­da. Mereka didominasi pelajar TK dan Sekolah Dasar.

Tidak hanya siswa yang menjadi korban. Seorang guru dan seorang nenek yang mencicipi MBG de­ngan menu nasi goreng juga turut keracunan. Hing­ga kini, Pemkab Agam me­nyiapkan lima unit mobil ambulans yang disiagakan di Puskesmas Manggopoh untuk mengantisipasi kebu­tuhan rujukan korban ke­racunan MBG.

Menu tersebut dikelola oleh Satuan Pelayanan Pe­menuhan Gizi (SPPG) BUMNag Bersama Lubuk Basung di bawah Yayasan Peduli Karakter Anak Bangsa (YPKAB). Puuluhan korban itu mengalami ge­jala be­rupa pusing, mual, muntah, diare, hingga demam.

Baca Juga  Perbaikan Jalan Lembah Anai Diperkirakan Tuntas 21 Juli 2024, Gubernur Mahyeldi: Masyarakat Mohon Bersabar

Menindaklanjuti kasus keracunan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi langsung me­ninjau RSUD Lubuk Basung dan Puskesmas Mang­go­poh untuk memastikan kor­ban tertangani dengan baik.

“Saat ini, ambulans dari berbagai puskesmas juga disiagakan guna mem­ban­tu proses rujukan pasien dari Puskesmas Mang­gopoh ke fasilitas kese­hatan lanjutan. Kami me­mastikan tidak ada pasien yang terlantar. Semua kor­ban difasilitasi secara mak­simal, baik yang memiliki kepesertaan BPJS maupun yang belum,” tegas Luthfi.

Luthfi menuturkan, Pem­kab langsung mengerahkan Tim Satgas lintas sektor sejak siang. Seluruh korban mendapat perawatan se­suai standar prosedur. Se­muanya dijamin men­da­pat penanganan optimal tanpa ada yang tera­bai­kan.

Baca Juga  Sepi karena Libur Corona, 2 Sekawan 'Masuk Sekolah' Embat Komputer

“Sebagai langkah pen­cegahan, Pemkab Agam menghentikan sementara operasional dapur MBG yang dikelola BUMNag Kam­pung Tangah. Penghentian aktivitas produksi ini diber­lakukan sembari menanti hasil penelusuran menye­luruh yang dilakukan Tim Sat­gas,” ujar Lutfi.

Selain itu, kata Luthfi, Bupati Agam, Benni Warlis, juga meninjau korban di Instalasi Gawat Darurat RSUD Lubukbasung. Sete­lah itu, bupati melaksa­nakan rapat koordinasi ber­sama Tim Satgas dan pihak pengelola dapur MBG.

“Kami meminta ma­sya­rakat tetap tenang dan tidak terprovokasi infor­masi yang belum terveri­fikasi. Perkembangan res­mi akan disampaikan Tim Satgas. Pemkab berkomit­men menyampaikan se­luruh hasil penelusuran dan langkah penanganan secara transparan kepada publik,” tutupnya. (*)