METRO PADANG

Ketua Komisi II DPRD Padang Desak Evaluasi Kinerja OPD, Realisasi PAD Sejumlah Instansi Rendah, Dinas PUPR  30,95%

0
×

Ketua Komisi II DPRD Padang Desak Evaluasi Kinerja OPD, Realisasi PAD Sejumlah Instansi Rendah, Dinas PUPR  30,95%

Sebarkan artikel ini

AIA PACAH, METRO–Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, me­minta Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk segera melaku­kan evaluasi menyeluruh terha­dap kinerja para kepala Orga­ni­sasi Perangkat Daerah (OPD) yang capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya masih bera­da di bawah 60% hingga akhir triwulan ketiga tahun anggaran 2025.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul la­poran realisasi PAD per 30 September 2025 yang me­nunjukkan masih banyak OPD belum mencapai target secara optimal.

Berdasarkan data res­mi yang diterima DPRD, dari total target PAD Kota Padang tahun 2025 sebesar Rp897,69 miliar, realisasi hingga akhir September baru mencapai Rp690,49 miliar atau sekitar 76,92%. Meski secara keseluruhan tergolong tinggi, DPRD menilai sejumlah OPD belum menunjukkan kinerja maksimal karena capaian PAD mereka masih di ba­wah 60%.

Beberapa OPD dengan capaian PAD terendah (per 30 September 2025), diantaranya, Dinas Perhubungan (55,6 persen), Dinas Perdagangan (49,19%), Dinas Pertanian (48,23%), Dinas Lingkungan Hidup (47,93%) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (30,95%)

Menanggapi hal tersebut, Rachmad Wijaya menilai rendahnya realisasi PAD mencerminkan le­mah­­nya perencanaan dan pelaksanaan strategi da­lam menggali potensi pen­dapatan daerah.

“Masih adanya OPD dengan capaian di bawah 60%, bahkan hanya 30%, menunjukkan masalah serius dalam kinerja. Kami mendesak Wali Kota untuk mengevaluasi kepala OPD dan jajarannya agar bekerja lebih inovatif dan strategis, bukan sekadar rutinitas,” tegas Rachmad, Selasa (1/10).

Ia menambahkan, PAD merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah, sehingga capaian yang rendah berpotensi mengganggu pelaksanaan program prioritas dan layanan publik.

“Waktu tinggal tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir. Kepala OPD harus bergerak cepat, susun strategi, dan lakukan evaluasi internal. Jangan sampai keterlambatan me­nge­jar PAD berdampak pada pembangunan kota,” ujarnya.

Selain evaluasi kinerja, Rachmad juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan PAD. Menurutnya, banyak potensi penerimaan belum tergarap mak­simal karena minimnya inovasi dan lemahnya koordinasi antar-OPD.

“Kami di DPRD akan terus mengawal dan mendorong peningkatan PAD. Namun, perbaikan harus dimulai dari internal OPD itu sendiri,” tutupnya.

Sementara itu, DPRD juga mencatat sejumlah OPD yang justru telah me­lampaui target, di antaranya:    Dinas Pariwisata (115,67%) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) 105,42%.

Keberhasilan ini diha­rap­­kan bisa menjadi contoh dan motivasi bagi OPD lain untuk lebih kreatif dan proaktif dalam menggali potensi PAD di sektor masing-masing. (*)

OPD dengan Capaian PAD Terendah
(Per 30 September 2025):

1. Dinas Perhubungan
Target: Rp3.393.787.000
Realisasi: Rp1.886.858.000 (55,60%)
Sisa target: Rp1.506.929.000

2. Dinas Perdagangan
Target: Rp10.100.000.000
Realisasi: Rp4.968.194.706 (49,19%)
Sisa target: Rp5.131.805.294

3. Dinas Pertanian
Target: Rp1.033.275.000
Realisasi: Rp498.370.400 (48,23%)
Sisa target: Rp534.904.600

4. Dinas Lingkungan Hidup
Target: Rp45.305.600.000
Realisasi: Rp21.713.631.138 (47,93%)
Sisa target: Rp23.591.968.862

5. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Target: Rp11.500.000.000
Realisasi: Rp3.559.429.596 (30,95%)
Sisa target: Rp7.940.570.404