LIMAPULUH KOTA, METRO –Ratusan pelajar di SMP Negeri 1 Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, menggalang dana untuk membantu orang tua teman mereka yang hingga kini masih ditahan di Kantor Imigrasi Agam terkait persoalan kewarganegaraan.
Dana yang terkumpul tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua teman mereka, tetapi juga akan diberikan kepada Zahira (15), siswi sekaligus Ketua OSIS di sekolah tersebut, yang kini harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak ibunya ditahan.
Zahira, yang duduk di bangku kelas X, diketahui menghadapi beban berat setelah ibunya, Nur Amirah (37), ditahan karena masalah dokumen kewarganegaraan. Biasanya, Zahira bersama ibunya bekerja di peternakan puyuh dan kambing untuk menyambung hidup. Sejak ibunya ditahan, kondisi ekonomi mereka semakin sulit.
“ Iya, hari ini OSIS didukung pihak sekolah menggalang bantuan untuk teman mereka, Zahira yang juga ketua OSIS, sebab saat ini orangtua Zahira yang be nama Nur Amirah (37) masih ditahan di Imigrasi karena persoalan Kewarganegaraan. Bantuan yang kami galang bersama guru akan kami serahkan langsung untuk Zahira dan ibunya. Kami ingin meringankan beban mereka,” ucap kepala SMP N 1 Situjuah, Adriadi didampingi Wakil Kesiswaan, Taufik Al-Ghifary, Rabu pagi 01 Oktober 2025.
Pihak sekolah menyebut, selain menggalang dana, mereka juga rutin berkunjung ke tempat Nur Amirah ditahan. Hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada Zahira agar tetap tegar menghadapi cobaan. “ Kita juga rutin mengunjungi Nur Amirah, ini bentuk dukungan agar persoalan yang dihadapi bisa selesai,” ucapnya.
Kepala sekolah juga menambahkan, pasca kejadian atau penahan orangtuanya, berdampak pada proses belajar mengajar Zahira.
“ Ia (Zahira) anak yang berprestasi, juara umum, ia juga ketua OSIS. Akibat persoalan yang dihadapi orangtuanya, dampaknya, ia tidak bisa mengikuti ujian atau penilaian akhir semester,”tukuknya.
Ia berharap dengan dukungan yang diberikan pihak sekolah dan temannya, ia tetap semangat dan tegar menjalani persoalan yang dihadapi. “ Kita berharap ia tetap kuat dan tegar menghadapi persoalan-persoalan yang ada, kami selalu memberikan bantuan dan dorongan agar ia tetap kuat.”tutupnya.
Zahira hingga kini tidak masuk sekolah. Ia khawatir ibunya akan dideportasi ke Malaysia dan berharap agar ibunya segera dibebaskan serta bisa kembali berkumpul bersama keluarga. (uus)






