AGAM/BUKITTINGGI

Pancasila adalah Pemersatu, Momentum Hari Kesaktian jadi Pengingat Persatuan

0
×

Pancasila adalah Pemersatu, Momentum Hari Kesaktian jadi Pengingat Persatuan

Sebarkan artikel ini
PIMPIN APEL— Wali Kota Bukittinggi pimpin apel di RSUD Kota Bukittinggi, Selasa (30/9). Kegiatan ini diikuti oleh Sekda Bukittinggi, staf ahli wali kota seluruh tenaga medis serta pegawai RSUD Kota Bukittinggi.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam menggelar upacara bendera dalam rangka mem­peringati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-79, Rabu (1/10), di Halaman Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung.

Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pim­pinan Organisasi Perang­kat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam rangkaian upacara, Bupati Benni membacakan teks Pancasila yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, membacakan ikrar kesetiaan terhadap Pancasila sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam amanatnya, Bupati Benni menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen penting untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa agar terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila adalah pemersatu kita. Semangat kebersamaan yang terkandung di dalamnya harus terus kita hidupkan, agar ge­nerasi penerus mampu menjaga keutuhan bangsa dari berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

Selain itu, momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat juga menjadi perhatian khusus. Menurut Bupati, perayaan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan refleksi bersama untuk memperkuat identitas dan budaya daerah, sekaligus memacu semangat pembangunan.

“Hari Jadi Sumatera Barat harus menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab besar membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga adat dan budaya Minangkabau sebagai jati diri kita,” ujarnya.

Upacara ditutup dengan penuh khidmat, men­cerminkan tekad kuat masyarakat Kabupaten Agam untuk terus mengamalkan Pancasila, memperkuat persatuan, dan berkontribusi dalam memajukan Sumatera Barat serta Indonesia pada umumnya. (pry)