PASAMAN, METRO–Warga Kampung Katimahar, Jorong Katimahar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, dihebohkan dengan aksi tak wajar yang dilakukan orang tak dikenal. Pasalnya, sebuah kuburan yang belum genap dua bulan dikebumikan, ditemukan dengan kondisi dibongkar.
Kuburan itu berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga Katimahar bernama Jaka, Senin (29/9) sekitar pukul 12.15 WIB yang kebetulan melintas di areal makam.
Jaka yang saat itu hendak mengambil buah kuini, dibuat kaget melihat kuburan itu sudah berantakan dan liang terbuka. Jaka pun langsung menghubungi Kamal lantaran makam tersebut merupakan kuburan ayahnya.
“Saya dapat informasi dari Jaka. Ketika dicek, benar makam ayah saya sudah dibongkar. Papan penutup liang lahat terlihat terbuka,” ungkap Kamal, Selasa (30/9).
Tak terima makam ayahnya dibongkar OTK, Kamal kemudian melaporkan hal itu ke Wali Nagari dan Kepala Jorong Katimahar. Tak berselang lama, pihak Kepolisian bersama Kapolsek Panti dan Kanit Reserse Polres Pasaman tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Untuk memastikan kondisi, Polisi bersama keluarga kembali membuka makam. Hasilnya, jasad almarhum masih utuh. Namun, tali ikat pinggang yang sebelumnya dikenakan almarhum saat dimakamkan, serta sebagian kain kafan, tidak lagi ditemukan.
Temuan ini menimbulkan spekulasi kuat di tengah masyarakat. Banyak yang menduga aksi pembongkaran makam berkaitan dengan praktik ilmu hitam atau ritual pesugihan.
“Kalau bukan karena ilmu hitam, tidak mungkin orang nekat melakukan hal seperti ini. Orang yang membongkarnya sudah tidak wajar itu perilakunya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian pembongkaran kuburan di Nagari Panti. Menurutnya, pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari saksi-saksi.
“Kuburan yang dibongkar sudah kita pasangi police line. Di lokasi itu, didapati kuburan tersebut sudah tergali, kuat dugaan menggunakan cangkul. Di lokasi juga tidak ada ditemukan alat yang digunakan untuk penggali, hanya di temukan jejak kaki pelaku,” kata AKP Fion.
Menurut AKP Fion, di dalam kuburan itu masih terdapat jenazah yang kondisinya utuh. Namun tali pengikat pinggang almarhum tidak ditemukan bersama sisa-sisa kain kafan.
“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan. Motif pelaku akan kami dalami lebih lanjut,” pungkasnya. (*)






