METRO PADANG

Pupuk bersubsidi Tidak Tepat Sasaran, Upah Buruh Tani rendah, Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur Sumbar

0
×

Pupuk bersubsidi Tidak Tepat Sasaran, Upah Buruh Tani rendah, Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur Sumbar

Sebarkan artikel ini
NASIB PETANI— Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demontrasi di depan kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/9) sore. Mahasiswa meminta gubernur dan Pemprov lebih peduli dan memperhatikan nasib petani yang masih belum sejahtera.

SUDIRMAN, METRO–Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Barat menggelar aksi demon­strasi di depan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/9) sore. Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB setelah melakukan long march dari arah Kantor BNPB Sumbar sembari bersorak-sorak tanda perjuangan mereka.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengenakan almamater beragam warna dan membentangkan spanduk bertuliskan se­jumlah tuntutan, di antaranya “Naikkan Harga Beli Padi”, “Tanah Dirampas Petani Tertindas”, “Tolak Korporat”, dan “Sawah Hilang Swasembada Datang”.

Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB setelah melakukan long march dari arah Kantor BNPB Sumbar sembari bersorak-sorak tanda perjuangan mereka.

Baca Juga  Berstatus ODP, Kesehatan Mastilizal Aye Diperiksa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengenakan almamater beragam warna dan membentangkan span­duk bertuliskan se­jumlah tuntutan, di antaranya “Naik­kan Harga Beli Padi”, “Tanah Dirampas Petani Tertindas”, “Tolak Korporat”, dan “Sawah Hilang Swasembada Datang”.

Sejumlah orator menyampaikan bahwa kesejahteraan petani di Sumbar masih jauh dari harapan. Mereka menyoroti persoalan pupuk bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran serta harga pupuk yang tinggi.

“Hingga saat ini kita sudah melihat bagaimana petani belum sejahtera. Pemerintah bahkan berusaha merampas tanah petani melalui proyek pemerintah,” ujar salah seorang orator.

Baca Juga  Rumah Singgah Bung Karno bakal Dibangun

Selain itu, mahasiswa juga menyinggung rendahnya upah buruh tani serta jan­ji pemerintah daerah un­tuk mengalokasikan APBD bagi sektor pertanian yang dinilai belum terealisasi.

“Kita meminta gubernur agar turun menemui kita untuk berdialog secara intelektual. Padahal latar belakang Gubernur kita adalah Sarjana Pertanian, namun belum terlihat ke­pe­duliannya terhadap pertanian Sumatera Barat,” kata orator lainnya. (*)