AGAM, METRO–Usai menghadiri panen raya jagung serentak kuartal III di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Sabtu (27/9), Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah meninjau langsung lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Nagari Biaro Gadang, bersama Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., dan Dandim 0304/Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P.
Dalam kunjungan itu, Bupati Benni mengungkapkan bahwa wilayah Ampek Angkek sempat mengalami kekeringan parah selama tiga bulan terakhir. Pasokan air irigasi yang macet membuat sawah-sawah petani tidak bisa digarap dan akhirnya terlantar.
“Kemarin lahan kita ini mengalami kekeringan selama tiga bulan tanpa air, sehingga sawah-sawah kita terbengkalai. Untuk itu, pemerintah daerah akan menyiapkan bantuan cadangan pangan bagi seluruh petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, masalah irigasi yang tak berfungsi maksimal ini dipicu oleh dampak erupsi Gunung Marapi yang menyebabkan aliran Sirangkak tersumbat. Akibatnya, pasokan air sulit dipulihkan dalam waktu dekat.
Melihat kondisi ini, Pemkab Agam bersama TNI-Polri mendorong solusi cepat dengan mengalihkan fungsi lahan sawah menjadi lahan tanaman jagung. Rencananya, konversi sementara ini akan mencakup luas sekitar 500 hingga 800 hektare.
“Obsinnya kita bersama-sama dengan Polri dan TNI menjadikan area ini tanaman jagung. Saya meminta camat, wali nagari, serta seluruh stakeholder untuk meyakinkan petani agar mau mengganti padi dengan jagung,” tegas Bupati.
Benni Warlis menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan bibit jagung untuk menggarap lahan seluas 1.300 hektare. Selain itu, bantuan tambahan juga disediakan untuk memastikan para petani bisa langsung memulai tanam.
“Kalau petani setuju, kita akan segera eksekusi. Harapannya, lahan ini tidak terbengkalai dan justru bisa memberi manfaat ekonomi. Mudah-mudahan niat baik kita ini dimudahkan Allah SWT,” pungkasnya.
Dengan strategi ini, Pemkab Agam berharap para petani tetap bisa memanfaatkan lahan mereka meskipun pasokan air terbatas, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah dari dampak perubahan iklim dan bencana alam. (pry)






