SEKTOR ekonomi yang berbasis kerakyatan, memang menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Solok. Bagi Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok, Candra, sektor ini sangat membawa dampak baik bagi pembangunan daerah yang memiliki potensi alam yang besar.
Atas harapan besar itu, perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Solok terhadap masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terus diberikan. Tidak saja soal pelatihan yang diberikan, kebutuhan para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya juga tidak lepas dari perhatian Jon Firman Pandu dan Candra.
Seperti bantuan berupa peralatan usaha yang diberikan Pemerintah Kabupaten Solok kepada pelaku UMKM, bantuan tersebut menunjukan bentuk komitmen dalam mendorong UMKM Solok untuk bisa naik kelas.
Bantuan yang diberikapun disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing pelaku UMKM, mulai dari peralatan pengolahan makanan, konveksi, kuliner, hingga penunjang usaha berbasis digital.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung Bupati Solok, Jon Firman Pandu dan didampingi Ketua Dekranasda, Ny. Nia Jon Pandu.
Jon Firman Pandu menilai, UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok terus berupaya menghadirkan program nyata untuk membantu para pelaku usaha guna meningkatkan kualitas produksi dan daya saing dalam pemasaran.
“Bantuan peralatan ini bukan sekadar simbolis semata, tetapi merupakan wujud keberpihakan pemerintah daerah terhadap UMKM yang telah berperan besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Jon Pandu.
Dia mengharapkan, bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas usaha. Dengan berkembang usaha masyarakat, secara otomatis juga akan membantu dalam menyediakan lapangan kerja dan memangkas kemiskinan.
Lalu, Jon Firman Pandu juga mengajak pelaku UMKM Kabupaten Solok untuk melek dengan teknologi digital. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan.
Pelaku usaha harus mampu membuat packaging serta branding produk mengunakan media digitalisasi dan juga memanfaatkan aplikasi gratis menambah packing lebih menarik.
“Nantinya kemasan UMKM bisa mempunyai daya tarik dan mendapatkan tempat di pasar lokal dan nasional maupun internasional,” tuturnya.
Dalam meningkatkan daya saing, produk UMKM Kabupaten Solok harus unggul dari segi kualitas, kemasan dan juga promosi. Pasar saat ini tidak hanya pasar konvensional, namun juga pasar digital yang jangkauannya jauh lebih luas. Peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Atas apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok ini, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, menyampaikan apresiasinya terhadap program bantuan peralatan ini. Menurutnya, DPRD mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam memperkuat peran UMKM sebagai pilar utama perekonomian masyarakat.
“Kami di DPRD akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM. Ke depan, DPRD dan pemerintah daerah harus semakin memperkuat kolaborasi agar program-program untuk pelaku UMKM bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan kerja sama yang solid, kita yakin UMKM di Kabupaten Solok akan semakin maju, berdaya saing, dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” tegas Ivoni Munir.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu menyampaikan, bantuan tersebut sebagai bentuk program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional bagi pelaku UMKM di kabupaten Solok.
Ia mengungkapkan bahwa Pelaku/Industri Kecil merupakan bentuk kegiatan dalam dunia usaha dan sebagai salah satu bentuk ekonomi rakyat yang memiliki potensi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan serta berdampak meningkatkan perekonomian nasional dengan tidak mengesampingkan demokrasi ekonomi yang ada di Indonesia.
“Saya berharap saudara-saudara mampu membuka wawasan untuk berfikir kreatif, inovatif, kompetitif dan mandiri dalam berwirausaha serta dengan diadakannya kegiatan ini bisa memunculkan wirausaha-wirausaha baru khususnya Para Pengrajin,” timpalnya.
Selain itu, Nia juga berpesan kepada para penerima bantuan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dan kemajuan kelompoknya dan melalui momen ini kita bisa berkomitmen untuk mendukung dan membantu Pelaku/industri kecil di Kabupaten Solok agar dapat berkembang menjadi lebih maju,” pungkasnya.
Adapun bantuan peralatan yang diserahkan Pemkab Solok kepada pelaku UMKM, di antaranya 5 alat pemotong granit, 3 blender, 1 coolbox, 1 etalase gantung, 14 etalase makanan, 14 etalase sedang, 3 freezer, 2 gerinda duduk, 8 gerobak dorong, 1 gerobak motor, 165 kompor gas 2 tungku, 5 kompor gas 1 tungku, 3 kompresor 1 HP, 9 kuali, 19 kulkas 1 pintu dan 5 kursi pangkas, 3 megicom gas, 5 mesin bor, 6 mesin cuci, 2 mesin press cup, 6 mixer, 3 oven gas, 10 showcase, 3 spinner serta 1 vacum sealer. (***)





